LOVE AND LIVE TANGERANG CITY

Lima tahun lalu, saat masih menjabat sebagai Walikota Tangerang, Wahidin Halim memulai City Branding Kota Tangerang dengan melakukan reformasi birokrasi dan aparat kota. Tujuannya agar Tangerang menjadi kota “bersih” yang dicintai warganya. Dan hari ini, di bawah kepempimpinan Walikota H. Arief Wismansyah dan Wakilnya H Sachrudi, Tangerang tetap mengusung visi dan misi sebagai kota yang dicintai oleh warganya.

Love and Live Tangerang City,” jawab Arief ketika ditanya tentang agenda besar yang dimiliki Pemkot Tangerang selama kepemimpinan mereka. tangerangJika ada cinta dari warga, maka usaha membangun dan menjaga kota yang dicintai akan menjadi lebih mudah. Mereka akan mencintai dengan karya, berbuat dan tidak hanya bicara saja,” lanjutnya kepada Banten News. Secara konseptual, cita-cita city brand itu diterjemahkan dalam tema Tangerang LIVE (Liveable, Investable dan E-City) atau kota yang layak huni, layak investasi, dan layak dikunjungi, serta kota yang menggunakan teknologi informasi berbasis eletronik.

Untuk mewujudkan Tangerang sebagai liveable city, Walikota meluncurkan beberapa program. Salah satunya adalah penataan ruang terbuka hijau yang bukan saja meliputi taman, namun juga jalan raya. Sebut saja penataan Jalan Benteng Betawi, penataan Taman Ecopark belakang Dishub, penataan Bantaran Kali Pasir (Kawasan Benteng Heritage), penataan dan pemasangan Tugu Jam Gede di Jalan Sudirman-Perintis Kemerdekaan, pemagaran Taman Pramuka, pemagaran Taman Hock, pemasangan mainan anak tersebar di Kota Tangerang, penanaman pohon paket dua jalur hijau daan mogot (bantaran kali) dan lain lain.

“Taman kota itu bukan hanya pajangan. Bukan juga untuk mempercantik kota. Di tempat seperti taman orang-orang berkumpul dan berinteraksi. Itulah yang kami inginkan agar taman-taman yang sudah dibuat dapat dinikmati warga Kota Tangerang,” tandasnya.

Selain itu, konsep Liveable juga diwujudkan dengan penyediaan berbagai fasilitas publik yang representative. Misalnya melalui taman-taman tematik, jalan, sarana transportasi yang terintegrasi sehingga 1memudahkan bagi para pelancong untuk menjelajahi setiap sudut Kota Tangerang.

Akan halnya positioning Investable, menurut penjelasan Wahyudi Iskandar, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kota Tangerang, dipilih berdasarkan pergerakan perekonomian kota yang sangat signifikan. Tangerang Raya memegang peranan penting dalam perekonomian di Provinsi Banten. Di antaranya adalah sebagai pusat industri, jas dan perdagangan. Selain itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Tangerang Raya memiliki kontribusi yang cukup besar yaitu sekitar 58% terhadap PDRB Banten.

Pesatnya perkembangan Kota Tangerang didukung tersedianya sistem jaringan transportasi terpadu dengan kawasan kawasan Jabodetabek, serta memiliki aksesibilitas yang baik terhadap simpul transportasi berskala nasional dan internasional, seperti Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Pelabuhan Internasional Tanjung Priok, serta Pelabuhan Bojonegara. Letak geografis Kota Tangerang yang strategis tersebut telah mendorong pertumbuhan aktivitas industri, perdagangan dan jasa yang merupakan basis perekonomian Kota Tangerang saat ini. “Saat ini yang sedang digenjot jasa perdagangan. Salah satunya pengembangan 1.000 Industri. Untuk support kami melakukan intervensi melalui infrastuktur dan kemudahan akses,” jelas Wahyudi.

Sementara konsep smart city (e-city) diwujudkan dalam berbagai pelayanan publik, mulai dari pembentukan Dinas Komunikasi dan Informatika, penetapan Platform Aplikasi, Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE), Perekrutan CPNS Programmer, Integrasi Aplikasi, Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN), Aplikasi Transaksional, Front Office Kantor Kelurahan, Dashboard Aplikasi hingga Tangerang Live Room (TLR). Hadirnya TLR yang merupakan salah satu solusi untuk mengatasi persoalan kota dan menjadikan Kota Tangerang semakin layak huni, layak kunjung dan investasi dengan pemanfaatan teknologi yang dapat mengintegrasikan, memonitoring serta melaporkan berbagai informasi dengan cepat dan tepat.

“TLR sebagai pusat kendali, monitoring, media informasi dan evaluasi serta pelaporan dan layanan bagi masyarakat. Konsep ini menjadi salah satu upaya Pemkot Tangerang untuk mengatasi persoalan kota,” papar Walikota dalam sebuah acara tatap muka dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten.

Penerapan pelayanan publik berbasis teknologi informasi itu juga mendapat apresiasi Kementrian Pendayagunaan Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Secara khusus Menpan Asman Abnur memberikan penghargaannya terhadap inovasi yang dilakukan oleh Pemkot Tangerang dalam menjaring aspirasi masyarakat lewat aplikasi Layanan Kotak Saran Anda (Laksa), selain juga sistem kepegawaian di Kota Tangerang yang sudah lebih baik karena memiliki data base yang akurat melalui penerapan Sistem Informasi Kepegawaian Daerah (SIKDA).

Tak hanya kalangan pemerintah, penerapan konsep smart city Kota Tangerang juga menarik perhatian swasta. Tak kurang-kurang, Microsoft Indonesia sudah menyatakan komitmennya untuk menjadi bagian dari pengembangan Smart City Kota Tangerang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s