Jember Kota Karnaval

Sebelum ada Jember Fashion Carnaval (JFC), siapa yang mengenal kota itu dengan baik? Mungkin ada orang yang mengenal Jember sebagai kota tembakau atau kota santri. Namun, sebagian besar orang tidak bisa menyebutkan ciri khas Jember—yang membuat kota ini menjadi mudah dikenali. Kini, setelah penyelenggaraan Fashion Carnaval yang konsisten, orang dengan mudah mengingat Jember sebagai kota Carnaval.

JFC adalah event tahunan parade busana unik dan spektakuler sepanjang 3,6 kilometer. Event yang mengundang para pendatang dari manca negara ini dikemas secara modern. Mengusung slogan “World Fashion Carnival City,” JFC kemudian berhasil mengantarkan kota setingkat kabupaten itu mendapatkan identitas baru sebagai kota untuk karnaval.

“Dari kota kecil yang kurang dikenal, Jember sekarang dicatat sebagai kota karnaval ke-4 dunia,” ujar Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC) Dynand Fariz seperti kami kutip dari Antara Agustus 2015 lalu

Adalah Dynand Fariz, salah seorang warga Jember, yang berinisiatif membesut Jakarta Fashion Carnaval (JFC), sebuah event reguler carnaval yang ambisius untuk level kota seukuran Jember. jemberAwalnya, seperti pengakuan Dynand, penyelenggaraan JFC benar-benar independen, tanpa dukungan Pemerintah dan tidak melibatkan sponsor. Namun pada tahun ke-9, event itu mulai mendapat perhatian Pemerintah Daerah. Bahkan sekarang, bukan mendapat dukungan dari Pemda, melainkan juga dari Kementrian Pariwisata dan sejumlah brand nasional ikut memberikan sponsorship.

Perusahaan teknologi Samsung misalnya, mendukung gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) pada 2015 dengan menghadirkan kampanye digital #JELASKREASINYA melalui Samsung Galaxy ComMenity. Kampanye itu menyasar generasi muda yang ingin menampilkan karya dan menjadi model di JFC. “Alasan utama kami bekerja sama dengan Jember Fashion Carnaval karena kami melihat sosok Dynand Fariz (Presiden JFC) memiliki visi dan misi yang sama dengan Samsung. Selain itu kami melihat kolaborasi ini dapat menginspirasi generasi muda,” tutur Vebby Kaunang, Marketing Director IM PT SEIN.
Konsistensi penyelenggaraan JFC membuat nama Kota Jember semakin mendunia. Pada penyelenggaraan JFC tahun lalu, sebanyak 3.711 fotografer baik domestik maupun mancanegara mengekspos dan menyebarkan kemeriahan karnaval itu ke seluruh dunia. Sukses penyelenggaraan JFC ini membuktikan bahwa event karnaval bisa dimanfaatkan sebagai aktivasi City Branding. Parade busana yang unik dan spektakuler sepanjang 3,6 kilometer pada JFC mampu menyedot perhatian wisatawan domestik dan mancanegara yang sudah jauh-jauh hari mengagendakan JFC sebagai salah satu tujuan wisata mereka.

Peningkatan kunjungan wisatawan ini sudah tentu membuat ekonomi di kabupaten tersebut bergairah, terutama dari peningkatan investasi di bidang hotel dan restoran. Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember Teguh Suprayitno, setiap JFC tingkat hunian kamar hotel melonjak sampai 90%. Padahal pada hari normal tingkat okupansi hanya berkisar 35%-40% yang biasanya digunakan untuk keperluan para pebisnis. Maklum saja, di luar JFC session, Jember lebih dikenal sebagai kota tembakau yang menjadi tujuan kedatangan para pebisnis di industri tersebut.

JFC juga terbukti meningkatkan investasi di industri hotel dan restoran. Teguh mencatat pada 2014, Jember memiliki 1.400 kamar yang tersebar di 40 hotel besar dan kecil. Jumlah itu merupakan peningkatan dari tahun 2013 yang tercatat sebanyak 1.200 kamar.
Tahun lalu, Dynand mengembangkan JFC menjadi sebuah rangkaian event terintegrasi yang disebut sebagai JFC International Event (JIE), yaitu terdiri dari JFC Exhibition, JFC Kids, JFC Art Wear, Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI) dari talent berbagai provinsi, dan Grand Carnival JFC di alun-alun Jember. Fakta ini menunjukkan bahwa event karnaval itu juga sukses memperluas positioning Jember sebagai kota yang layak untuk tempat pengadaan MICE (Meeting, Incentives, Convention, & Exhibition).

Tahun ini pula, JFC berhasil mempertemukan dua pemenang kontes kecantikan bergengsi di Indonesia yaitu Puteri Indonesia 2016 Kezia Warouw dan Miss Indonesia 2016 Natasha Manuella. Kedua pemenang kontes kecantikan tersebut tampil dengan segala pernak pernik serta selempang dari masing-masing sebagai identitas kecantikan mereka, dengan paduan gaun dan pakaian yang melengkapi kecantikannya. Dynand mengaku sangat bangga atas kehadiran Kezia dan Natasha. “Saya bangga karena posisi mereka saat ini sangat penting, dengan status sebagai duta budaya Indonesia,” ujarnya.

Tak ketinggalan Dynand juga sukses menghadirkan orang-orang nomor satu di Indonesia di Jember, yaitu Presiden Joko Widodo beserta beberapa menterinya, Gubernur Jawa Timur beserta wakilnya, dan Para Bupati/Walikota Se-Jawa Timur. Mereka menghadir talkshowpopuler “MATA NAJWA ON STAGE” yang diselenggarakan secara live di Stadion Jember Sport Garden (JSG) Kabupaten Jember pada waktu yang berdekatan dengan JFC. (Bintari)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s