Parent’s Ambassador Program for School Branding

Kapan anda mulai mendengar istilah “Sekolah Alam”? Saya pribadi membaca konsep sekolah ini pada sekitar tahun 1999 dalam sebuah artikel di majalah. Saya ingat betul salah satu narasumber tulisan itu adalah Eep Saefulloh Fatah, Pengamat Politik yang namanya mulai berkibar di masa euphoria tumbangnya Orde Baru. Tak lama, saya membaca opini Eep di bawah ini dalam sebuah harian (di kemudian hari, tulisan tersebut dimasukkan dalam buku kompilasi yang berjudul “Mencintai Indonesia dengan Amal – Refleksi atas Fase Awal Demokratisasi”).

Apa yang bisa kita catat dari pembelaan Eep di atas? Ya, sebagai orang tua murid Sekolah Alam (sekarang sudah rebranding menjadi Sekolah Alam Indonesia –SAI), Eep telah menjalankan fungsinya sebagai Brand Ambassador (parent’s ambassador). Informal karena sifatnya sukarela. Atas nama pribadi, Eep juga menyediakan dirinya sebagai agent worth of mouth (WOM) untuk membela kepentingan dan keberlangsungan Sekolah Alam, di mana anaknya bersekolah. Padahal asal tahu saja, seperti diungkapkan oleh Hudori AZ, Head of Board of Director SAI, anak Eep hanya sekitar 2 tahun mengikuti proses pembelajaran di sana hingga diajak pindah ke luar negeri mengikuti program beasiswa Eep.

logo parent ambassadorParent’s Ambassador Program menjadi teori umum yang cukup banyak diterapkan dalam strategi pemasaran akar rumput untuk memperluas jangkauan merek sekolah ke masyarakat. Program ini biasanya didesain untuk menolong para orang tua dalam memahami perjalanan pembelajaran di sekolah tersebut. Pada awal-awal berdirinya SAI, menurut Hudori, proses ini sebenarnya kurang berjalan terhadap masyarakat sekitar. Proses branding justru berlangsung melalui jaringan luar seperti Eep dan relasi-relasi pendirinya, Lendo Novo.

Dua belas tahun setelah pembelaan Eep, SAI kembali menjadi bahan pemberitaan dengan kasus berbeda. crowdSabtu 6 Februari 2010, sejumlah media cetak nasional di Jakarta, stasiun-stasiun televisi, dan berbagai portal online memberitakan terjadinya kehebohan di SAI lantaran membludaknya jumlah orang tua yang antre untuk mendapatkan formulir pendaftaran siswa baru. Antrean menjadi tidak lazim karena terjadi sejak malam sebelum formulir dibagikan. Ratusan orangtua rela menginap di halaman parkir sekolah, sejak Jumat 5, Februari 2010, pukul 15:30. Padahal quota kelas I hanya mampu menerima 12 orang murid baru, Play Group 3, TK A 6 anak.

Dua kejadian di atas bisa menjadi gambaran atas result perjalanan branding SAI selama 17 tahun umurnya. Pada tahap awal, Eep dan orang tua murid secara suka rela menyediakan dirinya menjadi agent WOM, bahkan brand defender. Dan kejadian pada Februari 2010 memperlihatkan brand awareness SAI sudah berhasil terbangun serta menimbulkan hasrat yang tinggi di kalangan target market.

Bagaimana prosesnya?

sa-ciganjurSejatinya, proses perjalanan branding sejak masih bernama Sekolah Alam hingga menjadi SAI cukup berliku.  Digagas oleh Lendo Novo di tahun 1998, Sekolah Alam diwujudkan menjadi sebuah model sekolah yang memiliki dimensi alam sebagai sumber ilmu dan dapat dikelola oleh peserta didik. Sekolah ini dimulai hanya dengan 8 orang murid, yakni 5 orang di Playgroup dan 3 orang di SD. Mereka didimping 6 orang guru, 3 guru Playgroup, 2 guru SD dan satu orang adalah guru Iqra`/tahfidz.

Sesuai identitasnya, secara fisik Sekolah Alam tidak menggunakan bangunan gedung yang mewah melainkan saung kelas dari kayu, sehingga biaya untuk gedung lebih murah. Mereka berkeyakinan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak ditentukan oleh bangunan fisik, melainkan pada kualitas guru, metodologi yang benar dan resource buku yang memadai sebagai gerbang ilmu pengetahuan.history

Branding Sekolah Alam mulai menampakkan hasil setelah seorang wartawan Indosiar yang menyekolahkan anaknya d situ meliput sehingga kabarnya menyebar termasuk kepada Eep. WOM menjadi satu-satunya channel awal karena sampai sekarang mereka tidak pernah memasang spanduk pada tahun ajaran baru.

Pada tahun 2001, lokasi Sekolah Alam Ciganjur berpindah tempat di Jalan Anda Nomor 7X, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Lendo sendiri kemudian mengembangkan sekolah alam bernama School of Universe di Jalan Raya Parung 314 km.43, Parung- Bogor. Beberapa guru membentuk konsultan pendidikan untuk membantu pengembangan sekolah-sekolah alam di tempat lain. Penambahan nama Indonesia pada Sekolah Alam, menurut Hudori, selain untuk membedakan dengan sekolah-sekolah alam yang bermunculan, juga untuk menegaskan bahwa mereka adalah yang pertama.

metode-belajarMengutip dari situsnya, konsep pendidikan Sekolah Alam Indonesia berdasarkan pada Al-Qur’an dan hadist yang menerangkan bahwa tujuan manusia diciptakan, salah satunya adalah menjadi khalifah di muka bumi. Oleh karena itu SAI memprioritaskan pada tiga pokok materi dalam konsep pendidikannya, yaitu: Akhlakul Karimah (sikap hidup) –dengan metode utama keteladanan, Falsafah Ilmu Pengetahuan (logika berfikir) -Metode Utama  : Active Learning dan diskusi serta Latihan Kepemimpinan (Leadership) – Metode Utama  : Dynamic group dan Outbound Training.

Dengan model pembelajaran seperti itu, tidak heran kalau alumni pun menganggap SAI seperti “oase” yang selalu mereka rindukan. “Ada testimoni yang menarik waktu temu alumni beberapa waktu lalu. Salah satunya bilang, kami kangen sekali dengan tempat ini,tempat di mana kami diperlakukan sebagai manusia, bukan angka,” ujar Dian Hayati, salah satu guru yang sekarang memimpin SAI Bless (level SMU).

School branding yang baik mestinya bisa mengomunikasikan pesan yang jelas tentang profil sekolah itu serta “how”-nya. Tanpa proses branding yang efektif, mustahil lembaga pendidikan terhubung dengan orang tua/wali siswa di mana mereka bisa mendapatkan informasi dalam proses pengambilan keputusan. Steve Lorenz, penasihat strategis regional untuk Netchemia dan SchoolSpring menyatakan bahwa pimpinan akademis perlu bertanya pada diri sendiri, mengapa sekolah mereka adalah yang terbaik dan fitur apa yang bisa mereka janjikan tapi tidak bisa diberikan oleh pemain lain (diferensiasi). manjatTidak hanya tahu, mereka perlu secara aktif beriklan mengenai mutu sekolah mereka serta kualitas yang diharapkan dari siswa-siswanya. Seringkali sekolah hanya memiliki satu kesempatan untuk memberikan kesan pertama yang kuat terhadap calon siswa (orang tuanya), serta calon guru pelamar. sholatSaat calon murid dan calon pendidik berjalan melalui gerbang depan, mereka harus memilik rasa seperti apa lembaga yang berdiri di depannya dan mengapa.

Orang tua, jika punya pilihan, tentu akan memilih sekolah yang paling sesuai dengan nilai-nilai mereka, kebutuhan anak-anak mereka dan harapan mereka untuk masa depan. Sekolah Alam Indonesia, seperti diakui Hudori, telah membentuk sebuah komunitas dengan stakeholders terkuat adalah komponen tripartit orang tua – yayasan – sekolah. “Karena berbentuk komunitas, ikatan emosional di antara ketiga unsur ini berjalan sangat kuat. Para ibu memiliki majelis taklim As Salam yang rutin berkumpul di mushola sekolah,” tambah Dian.

Orang tua mendapat porsi yang cukup besar dalam menentukan arah kebijakan di SAI. Ketika mereka bilang ingin tetap menyekolahkan anaknya di SAI jika ada level lanjutannya, pada 2005 SAI membuka Sekolah Lanjutan Pertama dan SAI Bless (level SMA) pada 2012.  Ada pula orang tua siswa yang kemudian terlibat dalam pengembangan dalam konsep akhlak seperti Muhammad Ferous. Selain itu, Cahya Zaelani, salah seorang pegiat kepanduan turut membantu dalam konsep pengembangan sifat kepemimpinan melalui metode outbound.

SAI BlessContoh lain dari peran orang tua yang cukup besar adalah dalam keputusan pembelian lahan di Jalan Pembangunan Cipedak pada tahun 2013. “Mereka patungan sampai mencapai hampir Rp 5 miliar. Ada yang menyumbang Rp500 juta, ada yang Rp300 juta. Karena melihat keikhlasan para orang tua, para guru pun terketuk hatinya untuk ikut patungan sehingga terkumpul Rp 100 juta. Jadi tanah ini statusnya wakaf,” papar Hudori lagi.

Maka jadilah, tepat pada November 2013, Sekolah Alam Indonesia memindahkan lokasi pusat menuju Jalan Pembangunan Nomor 51, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Setelah 15 tahun menempati lahan sewa di Ciganjur, kampus Sekolah Alam Indonesia akhirnya memiliki lahan yang telah dibeli sendiri dengan semangat kebersamaan dan kerjasama komunitas (guru, orangtua, murid dan masyarakat).

Sejak 2011, SAI mulai melakukan ekspansi ke beberapa lokasi. Di tahun yang sama, Kampus Sekolah Alam Indonesia meningkatkan kebutuhan pendidikannya dengan mendirikan SAI BLESS untuk level SMU. Tingkat ini didirikan karena adanya pemikiran bahwa pendidikan bukanlah sebuah penjenjangan namun sebuah pemecahan masalah bagi kehidupan. Dengan demikian hingga saat ini, Sekolah Alam Indonesia tengah menjalankan konsep pendidikan umur 4 tahun (Preschool) hingga umur 18 tahun (SAI BLESS) dan memiliki cabang sebanyak 6 sekolah (Studio Alam, Meruyung, Cibinong, Palembang, Bengkulu dan Sukabumi) dengan jumlah murid kurang lebih sebanyak 500 anak.

 

5 Steps for Launch Parent’s Ambassador Program

Berikut ini adalah lima langkah pendekatan yang direkomendasikan. Rick Newberry
President and Founder Enrollment Catalyst untuk peluncuran program parent’s ambassador sekolah

1 – Identifikasi Para Orangtua Murid. Pilihlah mereka yang memiliki passion tinggi terhadap sekolah, mempunyai kredibilitas di antara sesamanya, koneksi di masyarakat, dan keinginan besar untuk memajukan sekolah. Rich biasanya menganjurkan sekolah untuk mengambil sekitar 10% dari seluruh orangtua murid yang ada.

2 – Undang Para Orang Tua untuk Rapat Launching-nya. Setelah teridentifikasi, undang secara pribadi untuk kelanjutannya. Jelaskan diskripsi program parent’s ambassador ini agar mereka memiliki pemahaman dasar yang anda harapkan. Sesuaikan dengan jadwal yang bersangkutan. Hal yang penting mereka ketahui adalah tekankan bahwa program ini tidak komersial.ortu

3 – Beri mereka Inspirasi. Selama pertemuan itu, anda bisa memberi mereka inspirasi tentang aturan-aturan yang mesti mereka pakai sebagai duta WOM sekolah. Biarkan mereka yang menentukan, Jika mereka siap, tujuan anda selanjutnya adalah meningkatkan keterlibatan mereka secara sengaja dalam berbagai area kunci. Setiap parent ambassador bisa memberi pengaruh terhadap 2-3 teman di sekelilingnya untuk mempertimbangkan sekolah anda.

4 – Memulai Usaha dengan Daerah Yang Terfokus. Setelah tahap di antas, anda bisa melebarkan fokus ke tempat lain. Parent ambassador bisa membantu anda mencakup wilayah feeder sekolah, lingkungan sekeliling, tempat ibadah, komunitas organisasi, dan komuntas internal anda. Biarkan merkea memilih wilayah yang diinginkan. Anda juga bisa membantu memfasilitasi ulasan orang tua di situs direktori sekolah dan melibatkan mereka di media sosial sekolah.

5 – Keterlibatan Parent’s Ambassador. Jika program ini sudah terbentuk, anda mesti memfasilitasi keterlibatan mereka sepanjang tahun. Namun pastikan program itu tidak dalam bentuk rapat-rapat yang justru menjadi beban. Saya bahkan mencegah direktur sekolah untuk menambahkan jadwal rapat tambahan. Untuk mendorong keterlibatan mereka di lingkungannya cukup lakukan melalui kontak pribadi dan pertemuan tim. Anda juga bisa membuat grup tertutup di facebook untuk mereka yang bisa terhubung setiap saat.Bintari

 

Mengukur Kekuatan WOM Orang Tua Murid

Sudah kita ketahui bahwa WOM adalah channel nomor satu bagi orang tua siswa untuk belajar mengenai sekolah anda. Agar terbentuk image positif mengenai sekolah, orang tua siswa tentu harus berbicara dengan cara positif mengenai sekolah anda. Jika anda mempertimbangkan WOM sebagai strategi pemasaran sekolah tahun ini, anda mesti mempelajari Net Promotor Score (NPS)   sebagai indikator kekuatan WOM. Pada 2006, Fred Reichheldmenulis buku inovatif “The Ultimate Question” yang dilanjutkan dengan “The Ultimate Question 2.0”. Kedua buku tersebut membahas pertanyaan utama sebagai berikut.

Pada skala dari 0-10, berapa skore kesediaan anda untuk merekomendasikan…(nama sekolah)…pada teman atau kolega?

Pertanyaan itu memang sederhana namun sangat penting dan menggambarkan kekuatan WOM mengenai sekolah anda. Jika ia tidak bersedia, orang tua cenderung tidak puas dan mungkin berakhir sebagai bagian dari gesekan statistik anda. Namun jika mereka bersedia, maka mereka adalah loyalis sekolah dan puas dengan pengalaman yang sudah didapatkan selama ini.

Berdasarkan respon itu, responden bisa ditempatkan pada salah satu kategori ini.

  • Promotor : untuk responden yang mendapatkan skor 9 atau 10. Menurut Reichheld: “Orang-orang yang merespon dengan skor 9 atau 10 menandakan bahwa hidup mereka telah diperkaya oleh hubungan dengan institusi (sekolah). Mereka berperilaku seperti pelanggan setia, biasanya melakukan pembelian berulang dan memberikan perusahaan pangsa lebih besar dari pengeluaran mereka.”
  • Passives : untuk responden yang memberikan skor 7 atau 8. Reichheld mengatakan bahwa “Orang-orang yang memberikan skor 7 atau 8 kepada institusi, hanya mendapatkan apa mereka bayar, tidak lebih. Mereka pelanggan pasif, kendati mungkin puas, yang tidak loyal, dan mereka menunjukkan satu set yang sangat berbeda dari sikap dan perilaku.Mungkin mereka jarang memberikam usul, namun kalau itu terjadi, biasanya pendapatnya berkualitas dan antusias, Sekolah Alam Ramadhani
    Pencela : Skor 0-6 . Reichheld mengatakan ” Skor mereka menunjukkan bahwa kehidupan mereka telah berkurang oleh hubungan dengan insitusi. Mereka tidak bahagia, tidak puas, bahkan kecewa dengan perlakuan yang didapat. Mereka bisa menjelek-jelekkan perusahaan dan teman-temannya”.

Promotor adalah kata kunci atas keberhasilan dan kekuatan WOM anda di masyarakat. Anda mestinya memiliki jumlah orang tua murid yang berperan sebagai promotor. Berdasarkan respon dan kategori di atas, Anda dapat menentukan NPS anda yang dihitung dengan cara mengambil persentase promotor dikurangi persentase pencela. Ini akan memberi Anda nilai yang berkisar antara 100 akan dan -100.
Promoter Score Net (NPS®) =% Promotor -% Pencela
Semakin tinggi skor, semakin kuat WOM sekolah anda di dalam komunitas/ masyarakat. Jelas, semakin rendah skor, anda harus lebih peduli tentang berbagai omongan yang terdengar mengenai sekolah anda.

Selain itu, penting untuk melakukan tindak lanjut dengan pertanyaan terbuka yang memberikan orang tua kesempatan untuk memberikan alasan atas nilai yang mereka dapatkan: Apa alasan untuk skor Anda?

Dengan mengajukan dua pertanyaan ini, Anda akan dapat mengukur kekuatan WOM sekolah anda dan bisa menjadi indikator kepuasan orang tua. Anda bisa mengajukannya dalam sebuah survey mandiri, pada saat pendaftaran ulang, dan akhir tahun. Dengan mengetahui di mana posisi orang tua murid pada tahun ajaran baru, anda bisa menjalin kerjasama atau menangani masalah-masalah ketidakpuasan mereka secara individu agar bisa memindahkan posisi mereka kepada kategori yang lebih baik. Sumber : http://talentedk12.com/the-importance-of-branding-for-schools/ Bintari

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s