CEO in Crisis (1) – Richard Branson

Gerak Cepat dan Empati Richard Branson

Di balik berita besar jatuhnya pesawat wisata antariksa Virgin Galactic SpaceshipTwo di Gurun Mojave, California—dalam uji coba terbang pada November 2014, tak kalah penting dan menariknya adalah berita tentang respon sang pemilik pesawat Sir Richard Branson dalam krisis perusahaan akibat insiden itu.

Branson menjadi satu-satunya sosok yang paling dicari awak media di seluruh dunia setelah tragedi yang merenggut nyawa co-pilot dan menyebabkan luka berat pilotnya. Maklum, Branson adalah pemilik Virgin Galactic, perusahaan bervisi masa depan yang dipandang sebagai pelopor industri antariksa komersial yang akan segera lahir. Lebih dari 800 orang sudah membayar uang muka sebesar US$200,000 (Rp.2 miliar) per orang untuk menikmati penerbangan wisata ke antariksa dengan SpaceShipTwo. Pesawat ini direncanakan mulai benar-benar beroperasi secara komersial dalam bulan-bulan mendatang. Dengan kecelakaan ini, dipastikan Branson akan menunda jadwal peluncuran Virgin Galactic SpaceshipTwo.

Pesawat tersebut sedang menjalani uji terbang berawak ketika mengalami apa yang digambarkan perusahaan itu sebagai “gangguan serius”. Ken Brown, seorang fotografer yang menyaksikan kecelakaan itu mengatakan kepada kantor berita AP, pesawat meledak setelah dilepaskan dari pesawat yang membawanya ke ketinggian.

Response Branson terhadap kasus ini dinilai tidak mengecewakan. Branson bergerak cepat menyambangi lokasi kejadian. “Apa yang Anda lakukan dan katakan seketika setelah insiden, dan bagaimana Anda mengatur ‘nada’, seperti yang telah ditetapkan perusahaan, pasti akan dinilai publik,” ungkap ahli PR Crisis Insignia Communications Jonathan Hemus, seperti dilansir dalam situs The Drum.

Komunikasi pertama yang dilakukan Branson melalui Twitter-nya adalah pernyataan yang fokus pada “pilot-pilot pemberani dan keluarga yang terkena dampak”, serta menyatakan rasa simpati dan menggunakan unsur ‘manusia’ sebagai aspek utama pesannya.

“Caranya menggunakan kata brave sangat menarik,” ujar Hemus lagi. “Hampir sama dengan tragedi kecelakaan kereta api Cumbrian dimana Branson juga menggambarkan sang masinis sebagai pahlawan. Selain merupakan tindakan solidaritas sekaligus bukti dukungan Branson bagi para pekerjanya, cara tersebut juga merupakan upaya cerdasnya untuk mempengaruhi narasi cerita.”

Tak hanya lewat social media, Branson juga mem-posting sebuah blog di malam saat dia sedang dalam perjalanan ke lokasi kecelakaan. Dia memberi penghormatan lagi kepada pihak-pihak yang terlibat dan menekankan bahwa ia akan tetap mempertahankan “proyek antariksa”-nya.

Mark Lowe dari agensi komunikasi di Inggris Third City juga berkomentar tentang Branson. Menurutnya, Branson selalu mampu menangani krisis dengan baik, dengan dua alasan. “Pertama, ia memiliki kualitas empati yang jarang dimiliki pebisnis-pebisnis senior sepertinya. Kedua, ia terjun langsung ke permasalahan, terbukti dengan yang ia lakukan lewat blog pribadinya yang langsung disinyalir seluruh media internasional.”

Andy Barr, pemilik Agensi PR di Inggris 10 Yetis mengungkapkan, Branson sekali lagi membuktikan bahwa ia adalah ‘ahli’ ketika Public Relations tengah menghadapi krisis. Tentang komitmen Branson mempertahankan proyek antariksa-nya, Barr juga berkomentar, “Dia telah berhasil menemukan ‘garis tipis’ antara kemunculannya sebagai sosok yang menghormati keluarga pilot yang tewas, sekaligus juga menunjukkan keberanian dan tekadnya untuk memastikan program tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya,” kata Barr.

Lahir dengan nama lengkap Charles Richard Nicholas Branson, pria berkebangsaan Inggris itu terkenal dengan sikapnya yang ‘nyeleneh’, spontan, dan selalu berani tampil beda dari pebisnis lainnya.virgin koran Perawakannya pun kerap terlihat easy going, sederhana, bahkan rambutnya dibiarkan gondrong. Melihatnya sekilas mungkin kita jadi ragu, apa ia benar-benar pengusaha sukses? Tetapi jangan memandangnya dari segi penampilan. Richard Branson adalah pebisnis profesional yang berhasil mendirikan 360 perusahaan di bawah bendera Virgin Group.

Pada usianya yang ke-16, Branson sudah memulai jejaknya sebagai pengusaha dengan mendirikan majalah bernama Student yang menyuarakan anti-perang Vietnam, dan mampu meraup US$8.000 dari pemasukan iklan. Dengan angka pemasukan dari iklan yang sangat fantastis, edisi pertama yang berjumlah 50.000 eksemplar tersebut pun dipasarkan secara gratis.

Empat tahun kemudian, pria berzodia Cancer itu mendirikan perusahaan rekaman berbasis mail-order yang ia namakan Virgin pada 1970. virgin recordsMeskipun dijalankan dengan manajemen sederhana, perusahaan ini mampu memperluas usaha bisnisnya hingga dapat membuka sebuah studio rekaman Virgin Records and Tapes di Oxford Street, London, yang kemudian berubah menjadi Virgin Megastore.

Sejumlah musisi dan grup musik besar internasional dibesarkan oleh label Virgin Records. Sebut saja Phil Collins, Janet Jackson, The Rolling Stones, Genesis, Mike Oldfield, dan sebagainya. Sukses dengan dunia musik, Branson melirik dunia penerbangan dengan mendirikan Virgin Atlantic Airways sebagai perusahaan penerbangan komersil, dan Virgin Galactic, pesawat luar angkasa berpenumpang (komersil).

interior virginLewat Virgin Galactic, ia ingin membuat pengalaman penjelajahan ruang angkasa bisa dirasakan oleh siapa pun, tak hanya para astronot. Dengan mengucurkan investasi sebanyak USD 240 juta, Virgin Galactic akan mampu meluncur ke luar angkasa dengan lama perjalanan sekitar 150 menit, termasuk 15 menit di luar angkasa dan 5 menit dalam keadaan tanpa gravitasi. Sebanyak 250 konsumen pun tercatat sudah membayar USD200 ribu untuk menikmati perjalanan tersebut.

Namun, dengan adanya kasus Virgin Galactic beberapa waktu lalu, menurut Anda di mana letak kejeniusan Richard Branson? Apa yang membuat segmentasi konsumen yang sangat pemilih tersebut, percaya, bahkan mau membayar kontan layanan Virgin Galactic sebesar USD200 ribu?

Menurut Branson, keunggulan kompetitif Virgin Galactic terletak pada pengalaman melayang tanpa gravitasi dan desain interior pesawat tersebut. Kabin pesawat sudah didesain sedemikian rupa untuk memberikan kemudahan bagi para penumpangnya agar ikut melayang ke sekitar kabin pesawat saat di luar angkasa.

Bagi Branson, cara berpikir lama sudah tidak efektif. complexFaktor-faktor kompleksitas, kecepatan dan kekuatan jelas tercermin dalam dirinya, Virgin Galactic, dan tentunya Virgin Group itu sendiri. Virgin Galactic mampu tampil berbeda demi meraih kesuksesan dan menjadi pilihan utama konsumen, bahkan sebelum penerbangan pertama mengangkasa.

Kini bisnis Richard Branson sudah berkembang ke sejumlah industri seperti makanan dan telekomunikasi. Dalam perhitungan majalah Forbes, kekayaan Richard Branson ditaksir mencapai USD4,2 miliar. Jika dihitung dengan kurs rupiah saat ini, berarti sekitar Rp 35,7 triliun.

Jadi, kesimpulannya, pelajaran dari krisis komunikasi Branson meliputi ketulusan, rasa hormat, serta kepedulian terhadap korban/mereka mereka yang terkena dampak krisis, empati, aksi cepat, cerdas di social media maupun di kenyataan, bukan hanya lisan, dan bagaimana respon segera diwujudkan lewat tindakan. Seperti yang dilakukan Branson yang langsung bergegas ke lokasi insiden sesegera mungkin. (Marina)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s