Tips Mengelola Blogger dan Buzzer

 

Tidak banyak panduan mengenai cara sukses kampanye produk dengan strategi blogger outreach. why-is-blogger-outreach-important-300x200Namun Susan Payton,  Managing Partner of Egg Marketing & Public Relations  menyarankan agar marketer mencari blogger dengan audiens yang sama untuk keperluan komunikasi produknya. Berikut saran-sarannya.

Mulailah dengan melakukan beberapa penelitian. Jelajahi Google, buka website Alltop.com, dan browse direktori blog (blog directories). Cari kata kunci untuk menemukan blog yang membahas area yang Anda cari. Jika produk yang Anda jual adalah onesies (pakaian terusan untuk anak-anak) misalnya, blog kaum ibu akan cocok, dengan catatan sang ibu memang memiliki anak. Jika Anda memiliki social media, carilah blogger di bidang marketing atau entrepreneur karena pembaca mereka adalah audiens yang Anda cari.

Buatlah list Blog yang Anda temukan, bikin  beberapa kriteria, seperti PageRank atau blog dengan traffic yang tinggi. Jika grade Blog mereka tidak bagus, langsung coret dari list. Penilaian juga mencakup posting terakhir yang mereka buat. Jika selama lebih dari setahun mereka tidak pernah melakukan posting, abaikan. Selain itu, Anda juga harus benar-benar membaca blog mereka untuk menilai kecocokannya.

Selanjutnya, penting untuk mulai berinteraksi dengan para blogger. Semakin sering berinteraksi dengan mereka, Anda akan mendapat feedback yang baik. Berilah komentar (yang relevan) pada blog mereka dan mulailah membangun koneksi di social media seperti Facebook, Twitter, dan lain-lain.

Setelah Anda memiliki list blog yang mencukupi (biasanya 15 sampai 30 list perbulan, tergantung pada jumlah blogger di area tertentu), mulailah presentasikan tujuan Anda. Buatlah tulisan pendek yang menarik. Sertakan juga info ringkas tentang produk atau layanan Anda, tetapi sisanya harus disesuaikan dengan penerima. Tunjukkan bahwa Anda menaruh perhatian pada tulisan mereka. Biasanya saya membahas posting yang paling menarik. Jelaskan alasan bahwa mereka dan pembaca mereka akan tertarik dengan brand Anda. Ini adalah berbicara tentang benefit yang mereka dapat dari produk, yaitu what’s in it for me. Mereka tidak akan mau membuang waktu untuk menulis tentang brand Anda jika tidak ada sesuatu yang menarik mengenai brand Anda.

Jika memungkinkan, tawarkan sesuatu seperti sneak peek produk baru atau gratis keanggotaan. Semakin banyak benefit yang mereka dapat, semakin baik. Memberikan blogger akses atau sesuatu yang biasanya sulit untuk mereka dapatkan, akan menjadi nilai plus untuk tulisan mereka mengenai brand Anda.

Hal yang harus dihindari:

  • Jangan copy dan paste berita pers tanpa kalimat pengantar atau informasi tambahan lain
  • Jangan mengirim semua berita pers. Berikan opsi atau link.
  • Jangan mengirim file attachment karena mereka tidak akan membukanya.
  • Jangan memulai email dengan kata panggilan “Dear blogger”.
  • Jangan mengirim tanpa cek kembali apakah ejaan nama atau blog mereka sudah benar.
  • Jangan meminta mereka untuk menuliskan hal positif saja
  • Berikan follow up seminggu kemudian untuk memastikan apakah mereka sudah menerima email Anda dan apakah mereka tertarik. Jika mereka tidak tertarik, berikan ucapan terima kasih atas waktu mereka. Buatlah catatan alasan mereka tidak tertarik. Mungkin mereka akan tertarik pada produk lain, atau mungkin mereka memang tidak ingin bergabung.

 

Catatan penting

  • Tipe Produk:  produk barang akan menarik minat blogger karena mereka biasanya ingin produk yang terlihat, yang bisa mereka sentuh dan gunakan. Mereka jarang tertarik dengan produk jasa. Tetapi kembali lagi, semua tergantung dari blogger itu sendiri.
  • Pengukuran ROI (return of investment): Ada banyak perdebatan mengenai ROI, bahwa kita tidak dapat mengukur ROI di media sosial. Saya setuju dengan pendapat Brian Solis, bahwa ROI tidak sebanyak return on engagement, attention, participation, atau involvement.

Ada beberapa tips mengenai hal ini.

Sebelum menghubungi blogger, tetapkan tujuan Anda, seperti:

  • Berapa banyak posting Blog yang Anda inginkan?
  • Berapa banyak total pembaca Posting Blog mengenai produk brand Anda?
  • Berapa sering interaksi yang Anda mau (komen di Blog, Retweet, Bookmark halaman Web, dan lain-lain)?

Setelah semua eksekusi selesai, bandingkan hasil yang Anda dapat dengan tujuan Anda. Jika ada posting di 10 Blog dengan total traffic 70,000, berarti Anda sukses. Jika ada posting di 100 blog dengan total traffic yang sama, Anda masih bisa dibilang sukses tergantung tujuan Anda. Beberapa perusahaan seperti POM Wonderful, memiliki goal untuk membangun hubungan erat hanya dengan beberapa blogger. ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s