Crisis Management – Coca-Cola

Isu negatif terkait masalah kesehatan adalah problem komunikasi klasik bagi Coca-Cola. Bagaimana mereka mengatasinya?

Sesungguhnya, sejak 1920-an merek minuman bersoda asal USA ini sudah sering diterpa gosip miring dan dipermasalahkan publik karena kandungannya –terutama asam karbonasinya– vintage BWdianggap memiliki dampak buruk terhadap kesehatan konsumen. Padahal sebelum era 1900-an, Coca-Cola justru sering dijadikan obat lantaran kandungan wine, kokain, dan sodium/soda (ketika itu) dianggap bisa mengatasi masalah pencernaan, melancarkan buang gas dan penghilang rasa sakit. Unsur wine kemudian dihapus dan kokain diganti dengan non-narcotic koka leaves.

1980-an seiring kenaikan harga gula, Coca-Cola mulai menggunakan gula hasil proses kimiawi yang dikenal dengan nama fructose dan tidak lagi memakai daun koka. Sejak itu isu kesehatan terkait Coca-Cola kian memanas. Apalagi berbagai penelitian memperlihatkan bahwa soda dan fructose merupakan sumber utama kalori tinggi yang dapat memperburuk obesitas dan diabetes. Bahkan jika dikonsumsi dalam jangka panjang, diduga bisa menyebabkan osteoporosis.

Kekhawatiran konsumen tentang isu-isu kesehatan jelas tidak bisa dipandang remeh karena terbukti mempengaruhi penjualan secara global. nutritionBulan April lalu Coca-Cola mengumumkan, hingga kuartal pertama tahun 2014 penjualan minuman berkarbonasi mereka turun hingga 1% yang merupakan penurunan pertama sejak tahun 1999. Minus 1%, kendati terkesan kecil namun menunjukkan sebuah kesulitan besar yang dihadapi perusahaan dalam mencari pertumbuhan baru. Volume penjulan Coca-Cola telah jatuh di AS, pasar terbesar perusahaan. Di Inggris, volume penjualan minuman soda itu juga turun dengan presentase dua digit. Sampai saat ini Coca-Cola mengandalkan 70% pendapatan global dari penjualan merek minuman soda yang juga mencakup Sprite dan Fanta.

Penurunan penjualan volume minuman bersoda membuat perusahaan sulit untuk memenuhi target jangka panjang dari pertumbuhan volume minuman 3 % – 4 % dan 5 % – 6 % pertumbuhan pendapatan per tahun. 2013 kemarin, untuk pertama kalli dalam beberapa tahun terakhir perusahaan telah gagal mencapai target. Coca-Cola mengatakan akan meningkatkan anggaran iklan sebesar US$ 1 miliar selama tiga tahun ke depan, dari US$ 3,3 miliar pada tahun 2013. Sebagian besar uang itu mengalir ke produk minuman soda dan sponsor Coke Piala Dunia FIFA yang baru berlangsung.

 

Counter Issue melalui produk, kemasan dan kegiatan marketing 

Isu negatif yang telah berkembang buruk hingga berdampak terhadap kinerja keuangan perusahaan memaksa Coca-Cola untuk segera bertindak. Secara sistematis dan berkelanjutan, sejak beberapa tahun terakhir mereka meluncurkan berbagai kampanye masif untuk menetralkan berbagai isu kesehatan yang muncul.

CC pack vintage edition

Guna meng-counter isu tentang resiko obesitas, misalnya, mereka mengumumkan sebuah komitmen global dalam hal produk, kemasan dan kegiatan marketing untuk membantu kampanye dalam memerangi masalah kegemukan.

“Kami memberikan pilihan minuman rendah/tanpa kalori kepada konsumen di seluruh pasar di mana kami beroperasi, memberikan informasi nutrisi jumlah kalori pada setiap tampilan depan kemasan secara transparan,” kata Dr Maxime Buyckx, Principal Scientist The Coca-Cola Company di Jakarta pada pertengahan 2013. coca-cola-vintage-gendut Sebelumnya ia menegaskan bahwa obesitas merupakan masalah kesehatan global yang kompleks dan serius, berdampak pada setiap komunitas dan industri, dan tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu kelompok sendirian.

Mereka juga mengaku telah melakukan kegiatan pemasaran yang bertanggung jawab, dengan tidak beriklan kepada anak-anak di bawah usia 12 tahun di seluruh dunia. coca-cola-young-girls-110095Selain itu juga mendorong gaya hidup aktif dengan mendukung program-program yang berkaitan dengan aktivitas fisik di lebih dari 200 negara di mana mereka beroperasi. classic-jeep

Di Indonesia, tambah Titie Sadarini, Public Affairs & Communication Director Coca-cola Indonesia, komitmen tersebut diaplikasikan dalam berbagai program untuk mendorong terciptanya masyarakat yang lebih aktif, sehat, bugar serta menginspirasi sebuah gaya hidup positif. tennis Misalnya turnamen sepak bola antar SMU/Piala Coca-cola, menggairahkan semangat bulu tangkis bersama PBSI, hingga memastikan penyampaian kandungan kalori dan nutrisi pada kemasan secara jelas dan transparan.

Kepada Majalah MIX-Marcomm, Andrew Hallatu, Media Relations Manager CocaCola Indonesia mengungkapkan bahwa   promoting healthy lifestyle merupakan pilar utama brand activity Coca-Cola secara global. Sejalan dengan tren gaya hidup anak muda –segmen terbesar pasar Coca-cola—yang belakangan semakin peduli terhadap kegiatan olah raga, Coca-Cola konsisten melibatkan diri dalam berbagai ajang olah raga maupun aktivitas kesehatan. Baik yang berskala internasional maupun nasional.

 

“Kami fokus memromosikan gaya hidup yang aktif dan sehat. Sejalan dengan program Coca-Cola di seluruh dunia, kami menjadi sponsorship FIFA World Cup. Di Indonesia kami juga punya Coca-Cola Club, Coke Kicks, dan menjaliln bekerjasama dengan PBSI dalam program Angkat Raketmu,” rinci Andrew.

Selain fokus pada kampanye yang melibatkan anak muda dan olahraga, dalam beberapa tahun terakhir Coca-cola Indonesia juga terlihat aktif membangun asosiasi merek melalui kampanye bertema kesehatan. Tahun lalu, sekadar contoh, Coca-Cola mengadakan pertemuan dengan sejumlah media untuk memberikan edukasi seputar keamanan minuman bersoda. Intinya adalah pesan kepada masyarakat bahwa minuman karbonasi tidak sebahaya yang dipikirkan banyak orang. Untuk memperkuat argumentasinya, Coca-Cola menghadirkan Director Health & Wellness Programs Global Scientific and Regulatory Affairs The Coca Cola Company dari Georgia, Amerika, Maxime E. Buyckx, yang pendapatnya sudah kami kutip di atas. Dari dalam negeri, dikerahkan juga Prof.Dr. Made Astrawan, Ahli Pangan, Nutrisi, dan Kesehatan dari Institut Pertanian Bogor.

Masih belum cukup, pertengahan Februari 2013 Coca Cola melakukan kampanye edukasi dengan meluncurkan situs The Beverage Institute for Health and Wellnes, www.beverageinstitute.org/indonesia/. Kanal digital itu menyajikan informasi serta artikel-artikel seputar minuman, gaya hidup dan kesehatan. Coca-Cola mengklaim konten dalam situs tersebut teruji secara scientific based, dan dimaksudkan untuk membantu konsumen agar lebih peka terhadap fakta seputar minuman serta menjalankan gaya hidup aktif dan dinamis.

Pada tahun yang sama, Coca-cola menggelar kampanye tentang kesehatan bertajuk “Indonesia SeGar (Sehat dan Bugar)” yang bertujuan mendorong masyarakat agar bergaya hidup sehat dan aktif. Kampanye dikemas dalam tiga komponen besar, yakni edukasi dan pembekalan kepada praktisi kesehatan melalui program Exercise is Medicine, edukasi publik, serta aktivasi program yang melibatkan komunitas dan masyarakat luas lewat berbagai program olahraga seperti sepakbola dan bulutangkis.

CC-flyinng

CCE001-Coca-Cola-Diner-GirlsepedahanTidak hanya on ground, di tahun 2013 Coca-cola juga memanfaatkan social media YouTube dan Vimeo untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat bertajuk “Movement”. 1952 - 1950s Vintage Coca Cola Advertisement From National Geographic Back Page 6Dengan menggandeng sutradara dan animator asal London Johnny Kelly, Coca-Cola membesut sebuah film animasi yang menekankan tentang movement atau kegiatan bergerak dalam keseharian. Dengan tagline “Happpiness is movement, movement is happiness”, Coca-cola menceritakan tokoh yang mengalami momen-momen bahagia dalam hidupnya—seperti berkencan, mengurus anak, berolahraga, bekerja, hangout dengan rekan-rekannyanya, dan lainnya—dengan ‘bergerak’. Mudah ditebak, tayangan ini ingin menyampaikan pesan komunikasi bahwa Coca-cola merupakan merek yang pro kesehatan.

 

Masih dalam garis yang sama, akhir April 2014 lalu Coca-cola menggandeng Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) meluncurkan program “Exercise Is Medicine (EIM)”. Sebuah program edukasi yang ditujukan kepada para dokter maupun penyedia layanan kesehatan seperti Personal Trainer (PT) untuk memasukan latihan fisik sebagai bagian dari resep medis bagi pasien mereka. Tahun ini EIM menargetkan 120 dokter dan 30 PT yang akan tersertifikasi. Sejalan dengan program tersebut, Coca-cola juga kembali melakukan public education tentang gaya hidup sehat dan seimbang ke sekolah-sekolah di Jakarta. coca-cola-vintage-patung Washington

 

Kampanye gencar yang dilakukan Coca-cola dengan menggandeng pihak-pihak ketiga bisa diduga memiliki tujuan akhir agar produk mereka bisa tetap diterima masyarakat. Secara tersirat hal itu diakui oleh Ratri Wuryandari, Sustainability Communication Manager Coca-cola Indonesia saat peluncuran program The Beverage Institute, “Masyarakat Indonesia tidak perlu lagi bingung dengan berbagai informasi yang seringkali mereka dengar, terutama tentang minuman bersoda.” mengerling

 

Pertanyaannya, efektifkah berbagai upaya yang telah dilakukan Coca-cola untuk membangun asosiasi merek tersebut? Perihal ini Andrew berkilah, “Kami tidak melihat (kampanye) ini sebagai brand activation. Menurut kami ini proses. Seperti mengubah persepsi orang tentang olahraga, bahwa olahraga itu obat, itu butuh proses. Kalau ditanya tentang efektivitasnya, kami belum bisa jawab. Tetapi kami adalah brand pertama yang ‘bicaranya’ berbeda 360 derajat.”

bagage

 

“Orang cenderung bicara tentang sakit karena minuman, padahal belum tentu. Oleh karena itu, pesan komunikasi yang ingin kami sampaikan adalah bahwa Coca Cola bisa jadi bagian lifestyle asal didukung dengan aktivitas fisik yang menyehatkan. Jangan menghubungkan orang sakit karena mengonsumsi sesuatu,” pungkasnya diplomatis. (naskah : Marina Silalahi & Nurur R Bintari, foto-foto : internet)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s