Erik Meijer – Ketika Korporasi Menggandeng Personal Brand yang Sudah Jadi

Serial :  “The Boss as Brand Ambassador”

Kami menyebutnya Selebriti Industri Telekomunikasi saat memrofilkan Erik Meijer sebagai salah satu pemenang PR People of the Year 2012 lalu. Dan hari ini, ketika  ia sudah menjabat selama 9 bulan sebagai Director & Executive  VP Marketing & Sales Garuda Indonesia, kami konsisten menempatkannya sebagai salah satu “Selebriti Marketing Indonesia” lantaran newsvalue namanya semakin kuat di mata para wartawan.

erik-PR MixMerek personal Fraderik Johannes Meijer terlihat semakin berkilau setelah pemerintah meminangnya untuk masuk dalam jajaran direktur  PT Garuda Indonesia yang corporate brand-nya juga tengah berkibar dalam percaturan bisnis penerbangan dunia. Setidaknya pada tahap awal ini,  pasangan merek Garuda – Erik tampaknya sudah mulai saling menguatkan. Waktu yang akan membuktikan  apakah keduanya bisa berkembang menjadi pasangan co-branding bagus, di mana –menurut analogi Etnographer Amalia Maulana– 1+1 tidak hanya akan menghasilkan angka 2, namun lebih dari itu.

erik tradisiona;Menurut Amalia, merek Erik yang sudah ‘jadi’ sebenarnya menguntungkan bagi Garuda karena bisa digunakan untuk me-leverage brand mereka. “Bayangkan saja, sekarang saya tahu segala macam urusan Garuda,  kerjasama dengan siapa, karena Pak Erik selalu up date di FB.  Dia memang sangat luwes sehingga tanpa disuruh pun sudah ber-PR sendiri secara natural. Itu kelebihan yang langsung diterima Garuda tanpa deal lagi. Sudah sepantasnya ia dibayar mahal karena brand-nya juga sudah mahal,” papar Direktur Etnomark Consulting ini panjang lebar.

Sejak masuk dalam kancah industri telekomunikasi nasional 19 tahun silam, kehadiran pria asal Belanda tersebut langsung menarik perhatian para pemberita.  Wartawan selalu mengejar Erik karena memiliki kewenangan strategis untuk bertindak sebagai spoke person pada perusahaan-perusahaan di mana ia berkarir.  Secara profesional, ia juga pantas menjadi centre piece pemberitaan karena hampir seluruh jejak profesionalnya meninggalkan cerita merek yang mengesankan.

Tujuh tahun lalu, ia mengejutkan dunia bisnis ketika memutuskan bergabung dengan Bakrie Telecom (BTEL) sebagai Wakil Direktur Utama. Maklum saja, selama 12 tahun sebelumnya, merek Erik telah identik dengan Telkomsel.  Ia adalah salah satu profesional yang merintis dan membentuk Telkomsel sebagai pemain selular terbesar di Indonesia.  Kejutan berita itu kemudian ia tebus dengan mengangkat Esia sebagai merek merek terdepan dalam persaingan operator CDMA . Sayang prestasi tersebut tidak berhasil dipertahankan setelah Erik meninggalkan perusahaan Bakrie karena dirayu manajemen Indosat. Di Indosat, Erik memang belum sempat menorehkan cerita sukses, namun pamor mereknya masih kuat ketika masuk dalam the winning team Garuda.

Maudy-Koesnaedy-dan-Erik-Meijer-foto-okki_largeErik  Meijer telah menjadi sebuah icon marketing celebrity yang unik. Orang tertarik membicarakan mereknya bukan semata karena track record dalam dunia profesional namun juga untuk kehidupan pribadinya.  Seperti kata  Amalia, ayah seorang bocah bernama Edi Meijer ini adalah profesional yang secara natural sudah biasa mem-PR-kan dirinya sendiri. Sosoknya yang berkulit putih namun fasih berbahasa Indonesia – termasuk dengan istilah-istilah slank-nya, sikapnya yang melebur dengan budaya nasional,  menjadi ‘bunga-bunga’ yang menarik ketika mewarnai berbagai kabar bisnis yang cenderung kaku.

Coverage publisitasnya makin meluas ke dunia selebriti setelah ia menikah dengan artis Maudy Koesnaedy yang berkarakter sangat Indonesia.  Untuk lelaki kelahiran 1970 tersebut,   paduan nama Erik – Maudy  bisa dianggap sebagai sebagai ‘proyek co-branding’  pertama yang sukses dan membuatnya makin dicintai masyarakat umum (bukan Cuma audience bisnis).  Sejauh ini,  proyek co-branding itu  tergolong masih bagus karena hampir tidak ada tulisan miring seputar kehidupan mereka di media.

Di  Corporate Garuda sekarang,  Erik masih harus membuktikan bahwa equitas mereknya  akan tetap setinggi ketika  ia berkecimpung di bisnis telekomuniasi.erik-garudamonas “Saya memang harus belajar sampai menguasai industri penerbangan. Tentu saja hal ini (personal branding) diperlukan untuk menempatkan diri saya sebagai profesional yang tujuan akhirnya adalah mencapai target perusahaan untuk mendominasi pasar,” ujarnya kepada Fachmi Abidin  di sela-sela konperensi Perhumas beberapa waktu lalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s