Ridwan Kamil – Kemenangan Digital Personal Branding

Serial : “The Boss as Brand Ambassador”

Setelah Joko Widodo, Ridwan Kamil adalah pemimpin daerah yang muncul fenomenal. Jika Jokowi memiliki rekam jejak sebagai Walikota ndeso sebelum ‘dibajak’ oleh DKI sebagai Gubernur, merek personal Emil –begitu sapaan akrabnya– dibesarkan oleh media sosial.

Indonesia Berkebun AllBrand awareness Ridwan Kamil mulai terbangun sejak ia menjalankan inisiatif “Indonesia Berkebun”, gerakan sosial melalui jejaring internet untuk mengajak masyarakat mengolah lahan kosong perkotaan menjadi lahan hijau bermanfaat. Gerakan ini dimulai dari ajakan akun @ridwankamil pada Oktober 2010 untuk mendiskusikan urban farming, yaitu pemanfaatan ruang negatif yang tidak terpakai di perkotaan menjadi tempat berkebun. Aktifitas offline (penanaman fisik) pertama dilakukan pada 20 Februari 2011 dan berhasil menghimpun 150 orang partisipan. Setelahnya anggota komunitas berkembang menjadi ribuan orang, dan dalam waktu enam bulan berhasil menyebar ke 14 kota serta mendapat pengakuan sebagai salah satu profil Web Heroes dari Google Chrome.

Percaya bahwa kota di masa depan harus dibangun dengan konsep babarengan (gotong royong), Emil mendirikan banyak komunitas sosial di masyarakat. emilSelain gerakan Indonesia Berkebun, ia juga membangun Bandung Creative City Forum (BCCF), Bandung Citizen Journal dan Konsep One Village One Playground. Pada akhirnya, filosofi bahwa “Hidup adalah Udunan (kolaborasi)” yang dia anut menjadi prinsip untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada di masyarakat setelah Emil terpilih sebagai Walikota Bandung.

Hal ini ia buktikan ketika mengatasi 300 taman kota telantar yang ada di kota Bandung karena alasan tidak ada dana. Begitu masalah tersebut diumumkan kepada warga, seketika muncul 300 komunitas yang siap mengadopsi dan memelihara taman-taman tersebut. Sebagai penghargaan, taman-taman itu kemudian diberi tema sesuai komunitas yang memeliharanya. Misalnya Taman Fotografi, Taman Persib, Taman Jomblo dan lain-lain.

Seperti tidak disengaja, gerakan-gerakan Emil dalam menyalurkan jiwa sosialnya berkembang sebagai personal branding yang berjalan natural dalam menarik simpati warga. bandung berkebunMaka ketika ia berinisiatif mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat walikota, masyarakat ikhlas memberi dukungan kendati sampai detik-detik terakhir hanya dua parpol yang bersedia mengusungnya. Proses kampanye Ridwan Kamil – Oded M Danial (RIDO) menuju Bandung-1 dan Bandung-2 merupakan case study menarik bahwa digital personal branding bisa menjadi strategi ampuh untuk menghimpun pemilih.

Seorang blogger asal Bandung memberikan ilustrasi bagaimana program-program Emil yang dikomunikasikan melalui media digital berhasil mempengaruhi target bahkan kepada pemilih yang bukan netizen. Ceritanya, pada hari pencoblosan sang blogger bertemu seorang ibu paruh baya yang gigih membujuknya untuk memilih Emil. Penasaran sang blogger bertanya darimana ibu tersebut mengenal brand personal Emir sampai fasih menjelaskan progam-program sang jagoan. Rupanya anak ibu tersebut adalah pengagum sekaligus follower @ridwankamil yang sukarela selalu menyebarkan program-program Emil –baik secara viral maupun offline— kepada orang-orang di lingkungannya. Kampanye online RIDO berjalan efektif karena berhasil menggarap target market yang pas.

Walaupun masyarakat Bandung terdiri dari beragam segmentasi, namun tim sukses RIDO mampu memetakan segmentasi tersebut dengan tepat serta menciptakan program yang sesuai dengan masing-masing segmen. Online media sebagai media komunikasi kepada segmen anak muda punya peran cukup besar sebagai influencer di lingkungan masing-masing, minimal di lingkungan keluarga di rumah.

Tim sukses RIDO juga memaksimalkan integrasi platform, antara website, blog, media sosial, online news, portal dan mobile application. Mereka mengutamakan content yang menarik, berangkat dari minat dan isu hangat di antara target market. Konsistensi dalam penggunaan hastag mampu menyambungkan berbagai content yang terpisah menjadi suatu pesan besar. ridwan-kamil-kiri-dan-oden-m-_130916162135-475 Dan content yang diproduksi oleh tim Social Media RIDO sukses menciptakan berbagai trigger interaksi, sehingga para followers dan fans yang terkumpul tidak hanya sebagai “pembaca” tapi juga terbentuk menjadi the real community.

Interaksi yang ditawarkan juga terlihat pada konsep mobile application yang dikembangkan Rido. Yaitu bagi mereka yang mengunduh mobile application tersebut, dapat melaporkan berbagai kondisi jalanan jelek, macet, fasilitas umum rusak, dll yang terdapat di kota Bandung. Salah satu nilai lebih kampanye Rido melalui media Online yang dinilai unggul adalah content video yang tidak hanya menyampaikan informasi, namun juga mengemasnya dalam sebuah kreativitas yang pada akhirnya membentuk citra dari figur Ridwan Kamil yang sedang dibangun.

Berbeda dengan Jokowi, Emir tidak anti spanduk namun pemasangannya tidak membabi buta di setiap tikungan atau batang pohon hidup. Mereka meletakkan di tempat yang tepat dengan content yang disesuaikan linkungannya. Di daerah yang sering banjir, spanduknya membahas mengenai banjir. Di tempat yang jalannya rusak, ia menyebut pentingnya infastruktur yang baik. Kini setelah Emil berhasil menduduki posisi Bandung-1, merek personal itu belum berubah.

Emil masih aktif berinteraksi dan menerima keluhan warga melalui twitter maupun instagram. RK - SepedahMelakukan berbagai perubahan kecil tapi kontinyu dan menyeluruh –- Selasa tanpa rokok, Rabu (bahasa) Sunda, Kamis (bahasa) Inggris, Jumat naik sepeda, sekaligus perubahan besar yang membuat orang tertegun seperti pembersihan PKL di Kepatihan.

Pelan namun pasti, ia mengubah perilaku masyarakat kota yang semakin individual kepada kearifan lokal. “Buat yang sering protes karena macet padahal di dalam mobil juga sendiriain, coba sesekali pakai kendaraan umum..” ujarnya kalem di layar kaca. Bukan sekadar bicara, dia sendiri memberi contoh dengan rutin bersepeda dari rumah ke balaikota.

One thought on “Ridwan Kamil – Kemenangan Digital Personal Branding

  1. Ping-balik: Kenapa Harus Berkarier di Bidang Digital atau Online Marketing? | Damn! I Love Digital Marketing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s