Anies Baswedan, Panggung Pendidikan untuk RI-1

Serial : “The Boss as Brand Ambassador”

Ada genuine content yang mirip dalam brand personal Ridwan Kamil (RK) dan Anies Baswedan : muda dan mampu menggerakkan massa. Bedanya jika RK melakukan penetrasi melalui segmen muda (media sosial), Anies konsisten bergerak pada lingkup pendidikan.juli-2010-personalitas-anies-baswedan Perbedaan kedua ada pada target coverage-nya. Begitu maju sebagai salah satu peserta konvensi Demokrat tahun lalu, Anies telah mengumumkan ambisinya untuk maju sebagai RI-1. Sementara RK dengan kebersahajaannya, qana’ah (merasa cukup) dengan posisi Bandung-1 yang berhasil diraih melalui strategi-strategi praktis.

Merek Anies Baswedan besar oleh dunia pendidikan. Namanya menjadi populer sejak memimpin Universitas Paramadina pada tahun 2007.  Dalam objective menuju R-1, strategi branding Anies melalui anak tangga Paramadina terlihat relevan karena lembaga pendidikan tersebut selalu dikaitkan dengan sosok (alm) Nurcholis Madjid, intelektual muslim yang dikenal dengan  insipirasi kebangsaannya. Dan nyatanya, melalui Paramadina pula mantan aktifis HMI – MPO (Himpunan Mahasiswa Islam – Majelis Penyelamat Organisasi) ini mulai mendapatkan panggung untuk berbicara dalam skala nasional. Misalnya menjadi juru bicara tim 9 dalam penanganan kasus Bibit Waluyo – Chandra Hamzah.

Namanya menjadi semakin besar waktu ia menelurkan “Indonesia Mengajar” pada tahun 2009.  Inisiatif tersebut sekarang berkembang menjadi sebuah lembaga nirlaba yang merekrut, melatih dan mengirim generasi muda berkualitas ke berbagai sekolah dasar di seluruh Indonesia untuk mengabdi sebagai Pengajar Muda (PM) selama satu tahun. Bukan sekadar program, Indonesia Mengajar telah menjadi gerakan untuk mengajak masyarakat bersama-sama berihtiar dan berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dengan bahasa kebangsaan : sebagai upaya melunasi janji kemerdekaan.

Gerakan ini menarik perhatian publik lantaran banyak kaum muda berdasi yang bersedia menjadi sukarelawan dengan mengorbankan peluang profesional mereka yang cemerlang untuk sebuah panggilan sosial. Sampai September 2013 lalu, lebih dari 45 ribu pengajar sudah dikirim ke 17 provinsi di seluruh Indonesia.  Keberhasilan Indonesia Mengajar memperkuat positioning Anies di bidang pendidikan.  Surat kabar mainstream maupun lokal memberikan exposure besar dan positif.  Inilah moment of thruth saat brand Anies dipercaya mampu menggerakkan Indonesia.

logo personal brandingApalagi gerakan tersebut kemudian menular sebagai virus positif di daerah dengan munculnya berbagai gerakan serupa. Misalnya Solo Mengajar.NTB Mengajar, Belitung Mengajar, Desa Cerdas Halahera dan lainnya.  Berbeda dengan Jokowi yang terkesan bekerja sendiri, Anies mampu menginsipirasi orang untuk melakukan sesuatu walau tanpa kekuasaan (pemerintahan).

Di kalangan akademisi, sosok Anies telah menjadi demikian populer dan berhasil membuat rekam jejak yang bagus, dengan integritas yang bisa dipercaya. Kendati Anies selalu menolak kaitan Indonesia Mengajar dengan ambisi politiknya, tidak bisa dipungkiri gerakan ini telah menjadi modal sosial politk yang besar baginya.  Beberapa pihak menilai, melalui Indonesia Mengajar sebenarnya Anies telah membuat “panggung di luar panggung” untuk berorasi.

Tapi popularitas itu tampaknya belum cukup  untuk mendukungnya menuju RI-1 yang butuh brand awareness massif. Profil Anies yang besar di lingkungan pendidikan  sudah tentu tidak berkumandang seluas tokoh yang besar di dunia politik dan selebriti. Ia harus bekerja lebih keras lagi untuk menggenjot popularitasnya.

.

Namun komunikasi secara masal (misalnya melalui iklan) merupakan strategi mahal untuk Anies yang bukan berasal dari partai politik bukan penguasa media dan bukan konglomerat. Untuk mengatasi masalah ini, ia melakukan improvisasi komunikasi yang hemat biaya. Mengulang kesuksesan Indonesia Mengajar, lagi-lagi  inisiatif yang ia bentuk adalah gerakan sukarela. Judulnya  #turun tangan, yang bertujuan  untuk memopulerkan brand Anies ke seluruh lapisan rakyat Indonesia.

Kendati belum tidak sepopuler Indonesia Mengajar, gerakan ini lumayan berhasil menghimpun sukarelawan dari segmen menengah untuk berpartisipasi mengenalkan merek Anis sebagai calon Presiden RI 2014 – 2019. Mereka bersedia menyebarkan visi, misi dan program-program  Anies kendati efek viralnya belum sebesar komunikasi online Ridwan Kamil. “Saya mendukungnya. Saya menugaskan diri saya untuk membuat Anies Baswedan populer dan saya akan melakukannya dengan segala yang saya bisa” tulis seorang sukarelawan.

Banyak yang menyayangkan kesertaan Anies dalam konvensi Demokrat, partai yang equitas mereknya sedang turun karena berbagai problem yang dikaitkan dengan beberapa kasus korupsi.  Anies-Baswedan_f_1143_f_575Namun Anies tetap bergeming dengan anggapan miring yang timbul. Pengamat dan praktisi PR, Silih Agung Wasesa yakin  Anies sudah berhitung tentang untung rugi dengan strategi tersebut. Kendati beresiko, konvensi merupakan peluang untuk mendapatkan brand awareness dalam skala yang luas. Di sana ia mendapatkan panggung untuk bicara tentang  manusia Indonesia yang kuat padangannya terkait soal sosial budaya pertahanan dan keamanan. Di panggung itu pula, Anies punya kesempatan untuk menawarkan menawarkan harapan kepada konsumen kebangsaan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s