Password Jitu Domain Riuh

Keberhasilan channel digital Eltaft mulai terlihat sejak pemiliknya mengganti domain marketing-nya menjadi sepatuwanita.com.  website

Sebuah transaksi senilai Rp 250 ribu pernah membuat Erry Priyambodo, CEO Eltaft Butik Sepatu Wanita, bersiul-siul seharian. Padahal ketika itu rekeningnya sudah biasa menerima transfer di atas Rp300 juta untuk satu kali pemesanan. Apa pasal? Rupanya transaksi Rp250 ribu tersebut merupakan pembuktian bahwa channel digital sepatuwanita.com bisa diefektifkan sebagai contact point alternatif. Sang pengirim adalah seorang ibu di Pekanbaru yang berniat menjadi agen Eltaft, merek sepatu yang diciptakan Erry sejak tahun 2004. Ibarat pecah telur, sejak itu permintaan untuk menjadi agen online Eltaft.com datang beruntun. “Padahal persepsi saya waktu itu, sepati tidak cocok dijual secara online. Eeh, ternyata justru lebih bagus,” ujarnya.

Awalnya Erry mengaku coba-coba. Digital channel baru mulai ia kembangkan beberapa tahun setelah Eltaft offline dan divisi B2B (Business Marketing) yang dikelolanya berjalan lancar. Keberhasilan channel digital Eltaft mulai terlihat sejak Erry mengganti domain marketing-nya menjadi sepatuwanita.com. Situs eltaft.com yang ia ciptakan sebelumnya nyaris tidak berjalan karena sulit ditemukan pada proses pencarian, sementara brand itu sendiri belum terlalu dikenal orang.

Erry baru paham bahwa usaha seperti miliknya minimal harus memiliki dua domain setelah beberapa kali ikut training digital marketing. Untuk itu ia kemudian membuka marketing domain dengan dua nama, sepatuwanita.com dan Eltaft.com. Sepatuwanita.com berkembang menjadi keyword yang jitu karena nama itu sangat generik. Domain ini selalu berada pada urutan paling atas jika ada yang membutuhkan informasi tentang sepatu wanita. Dari domain itu ia mengaku berhasil menjaring banyak calon agen.

Untuk mengatasi degradasi visual yang sering menjadi masalah bagi para penjual onliner, Erry melakukan foto produk secara serius. Justru pada bagian yang ‘sedikit ribet’ inilah ia menganggap bisnis online menarik lantaran bisa membangun persepsi orang hanya melalui foto-foto. Penampilan website yang baik, tegasnya, bisa mengangkat image usahanya sebagai bisnis yang tidak main-main di tengah menjamurnya situs belanja online termasuk yang ‘gratisan’. “Ini masih mending, kami punya kantor dan tim beneran. Banyak lho yang sistemnya dropship, jualan online tapi tidak punya barang sama sekali,” ujarnya membuka rahasia para penjual online. Erry tentu tidak bermaksud mengecilkan para pemain online dropship yang kebanyakan kaum ibu. Karena kenyataannya tren online seperti itu justru berhasil dia manfaatkan menjadi salah satu channel distribusi, sebagai agen penjualan secara ecersendal elegan eltaftan.

sendal jeansPada umurnya yang ke-10 sekarang, Eltaft Sepatu Wanita telah berhasil mengembangkan channel distribusinya dalam dua sistem besar: B2B dan ritel. Channel B2B mulai dirintis sejak 2004 dengan menjadi pemasok MC, sebuah merek sepatu wanita dari perusahaan multinasional XB. Menurut Erry, kepercayaan itu benar-benar karunia Tuhan karena pada waktu yang sama perusahaannya tengah ‘megap-megap’, bahkan bisa dikatakan ‘berdarah-darah’ secara finansial. “Pesanan datang dengan jumlah sekitar 6.000 pasang sepatu. Bayangkan, bagaimana paniknya! Makanya, orang seperti kami sudah biasa pakai modal IMF ; Istri Mertua dan Suami). Hahaha..” ujarnya terbahak.

Tak butuh waktu lama, sejak itu pintu rezeki seperti terbuka dengan sendirinya. Beberapa perusahaan multinasional yang berdomisili di Indonesia kemudian juga melakukan pemesanan. Sempat juga datang pesanan makloon dari butik sepatu ternama di negeri jiran. Juga dari sebuah merek sepatu di Uni Emirat Arab.

Untuk channel ritel (dengan brand Eltaft), secara operasional Erry memiliki dua saluran: online (dengan domain sepatuwanita.com) dan offline (toko). Belajar dari kegagalan membuka toko pertama di Plaza Bogor lantaran salah segmentasi, Erry semakin hati-hati dalam memperhitungkan posisi. Sebelum memutuskan membuka toko di sebuah pusat keramaian, ia selalu memperhatikan dengan cermat apakah mal itu memang dikunjungi segmen B sesuai dengan produknya. Kalau tidak, toko itu mestilah berada di pinggir jalan raya yang diakses oleh orang-orang dari segmen B.erry

fuchiaPada segmen ritel, Erry membagi sistem distribusinya menjadi tiga channel berdasarkan volume. Pertama agen yang banyak diisi oleh ibu-ibu dropshiper, nothing to loose, yang sudah kita bahas di atas. Syarat menjadi agen di channel ini sangat mudah, cukup dengan membeli dua pasang sepatu senilai Rp250 ribu, peminat sudah bisa menjadi reseller. Mereka juga akan mendapatkan marketing tools berupa 5 katalog, dan diskon produk sebesar 30%. Para reseller ini banyak yang menjual dagangannya melalui Facebook, BlackBerry Messenger, Twitter, Blog dan media sosial lainnya.

Level kedua, distributor dengan syarat pembelian minimal Rp15 juta. Mereka akan mendapatkan paket produk seharga Rp20 juta (diskon 40%, mendapat sekitar 200 pasang yang bisa dipilih sendiri), marketing tools (10 katalog, 50 brosur, form-form, standing banner). Juga akan dibantu dengan support training dan business coaching. Pemain di level ini biasanya menyetok barang di rumah, atau menitipkan dagangan di toko teman.

Level distribusi tertinggi adalah kemitraan (franchise). Ada dua paket franchise yang mereka tawarkan. Paket Butik Sepatu Eltaft seharga Rp 78 juta (mendapat sekitar 500 pasang sepatu). Dan paket Salon Sepatu Eltaft seharga Rp 128 juta (mendapat paket produk senilai Rp130 juta atau sekitar 1.500 pasang sepatu). Untuk kedua channel ini, Eltaft menjanjikan gross margin sampai dengan 150% dan diskon produk khusus. Mereka juga menyediakan recruitment dan training karyawan, di samping support training dan business coaching. Lebih dari itu, franchiser juga akan dibantu promosi ke media-media nasional. Menurut Erry, channel ini menjanjikan BEP (break event point) hanya dalam waktu satu tahun.

Secara value, menurut Erry, sampai saat ini channel kemitraan (franchise) memberikan kontribusi yang paling besar (sampai 50%) bagi Eltaft Butik Sepatu Wanita. TV Namun kalau dilihat dari prospeknya, ia menilai sistem keagenan terlihat paling prospektif karena bisa tumbuh sampai 20%.  Namun begitu, channel corporate (B2B) tetap memberikan kontribusi terbesar terhadap omset keseluruhan (bisa sampai 65%) karena jumlah pemesanannya bisa mencapai ribuan pasang. Ia justru tengah mempertimbangkan meniadakan channel distributor karena perkembangannya sangat lambat. Asal tahu saja, di komunitas Tangan Di Atas, Erry merupakan mentor pada level teratas, yang artinya omset penjualannya mencapai lebih dari Rp 5 miliar setiap tahunnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s