Mengukur Pengaruh Twitter, Penting atau Tidak?

Apakah anda termasuk marketer yang melirik twitter untuk mengomunikasikan produk? Saat ini memang banyak pemilik merek yang memanfaatkan media social tersebut sebagai jalan pintas agar brand-nya lebih dikenal dan digemari konsumen.

twitter-bird-white-on-blueBanyak yang percaya, twitter bisa memberikan pengaruh yang benar-benar kuat dan menjadi bagian yang signifikan dari merek. Baik untuk personal brand, maupun corporate brand.  Karena itu, cukup banyak yang memaknai pentingnya twiter dalam berbagai perspektif.

 

Dalam sebuah diskusi di rossdawsonblog.com yang diberi judul “Twitter follower number as a proxy of influence”, Firstly Ross Dawson mengatakan, ”Salah satu alasan mengapa twitter penting adalah karena media social tersebut memperkenalkan sebuah konsep tentang bagaimana menilai tingkat pengaruh seorang pengguna dengan berbagai fungsi dan tujuannya”.  

 

Menurut dia, untuk melihat sejauh mana pengaruh seorang pengguna twitter terutama dilihat dari jumlah follower yang terus meningkat. Jadi jika melihat seseorang dengan jumlah follower sampai 5.000 atau 50, anda sudah dapat membuat asumsi awal mengenai level pengaruh mereka. Asumsi ini memang masuk akal jika melihat twitter merupakan media social ’140’ karakter yang pesannya hanya dapat dilihat ketika anda membacanya dalam ‘tweet’.  Faktanya, banyak pengguna twitter berinteraksi dengan platform konten yang ada. Selain itu, banyaknya jumlah follower juga menandakan level atau kelas twitter yang lebih tinggi.

 

Faktor kedua yang mendukung pengaruh seorang pengguna twitter, menurut Dawson adalah follower yang mem-follow berdasarkan suatu pertimbangan. Ada tiga type follower di sini. Pertama type pengikut celebrity. Jadi jika anda memiliki jumlah pengikut yang tinggi, namun hanya sedikit yang di- follow kembali, bisa dibilang anda adalah pengguna (twitter) yang hanya focus pada aspek material twitter. Materi di sini maksudnya dorongan tindakan yang hanya ingin berbagi konten dengan orang-orang satu lingkungan dengannya.  Type kedua adalah pengguna yang memanfaatkan twitter sebagai sarana percakapan. Type ini biasanya mem-follow kembali sebagian besar pengikutnya karena punya tujuan untuk menjaga keakraban dengan percakapan yang lebih pribadi. Dan yang terakhir adalah type spamer, yakni pengguna yang lebih banyak melakukan following daripada jumlah followernya.

 

Faktor ketiga yang menentukan  ukuran pentingnya pengaruh twitter adalah kemampuannya untuk melakukan suatu tindakan. Hal ini berkaitan dengan aktifitas twitter, misalnya reply, retweet (RT), mention, juga attribution,  di mana anda bisa menambahkan lokasi anda mengirimkan tweet tersebut. Dan selanjutnya adalah kekuatan followers. Jika anda memiliki jumlah follower yang tinggi, dan para follower tersebut juga memiliki follower yang sama banyaknya dengan anda, berarti kekuatan potensi retweet anda akan jauh lebih signifikan.

 

twitterUpdates juga  menjadi elemen yang bisa menentukan level pengaruh twitter. Dengan lebih sering meng-update, biasanya mengantarkan pengguna ke level yang lebih tinggi. Dan yang terakhir adalah keterlibatan. Pengguna twitter yang tweet-nya lebih sering di-retweet akan lebih sering dijadikan referensi atau dikutip, dan secara langsung level twitternya juga akan meningkat. Selebihnya, nilai dari suatu keterlibatan akan meningkat sesuai dengan siapa saja user-user lain yang ikut terlibat. Jika pengguna twitter berada pada level retweet yang tinggi, berarti ini memiliki nilai lebih.(Marina Silalahi – MIX Connect)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s