Prinsip Ekspansi Ritel – Studi Kasus Grup Kawan Lama (2)

Oleh : Yongky Susilo, Staf Ahli Aprindo

Lokasi

Saat ini penetrasi merupakan “mode” di kalangan peritel Indonesia. Inilah saat untuk mencari lokasi yang bagus dan available, karena di waktu mendatang harganya akan semakin mahal dan semakin sulit didapatkan. Untuk memperkenalkan brand peritel di Indonesia, diperlukan cara massive dan cepat dalam membangun awareness. Bisa dibilang, srateginya tidak jauh beda dengan strategi minimarkter Indomart dan Alfamart. Jika hanya satu per satu toko yang dibangun, awareness tidak akan terbangun, experience yang di tawarkan tidak dapat dirasakan oleh target konsumen. Karena itu setiap peritel harus siap break event dalam sebuah periode investasi selama 5 tahun untuk terus menerus membangun cabang. Jadi selama periode tersebut, profit belum bisa dilihat, semangatnya adalah perkenalan, adjusment dalam offering.

peta-lokasi-informa-furnishings-living-plazaDi negara seperti Indonesia, di mana infrastuktur kurang baik, peritel harus jemput bola, masuk ke area residensial di mana konsumen tinggal. Mengambil lokasi hanya di mal saja, tidak akan mendukung dalam pembangunan brand ritel karena mal hanya ramai dikunjungi saat akhir pekan. Selain itu mal juga punye tren neighbourhood mall, yang dekat dengan residential. Independent store dapat lebih leluasa dalam mengatur target konsumen, terlepas dari positioning si mal.
Kedepan kota-kota sekunder akan menjadi opportunity bagi peritel. ACE hardware sudah mulai masuk untuk mencuri start, dan belajar tentang konsumen lokal. Pembelajaran lokal ini yang mahal, tidak bisa di beli. Untuk sukses, harus terjun.

Specialty Livestyle Store

Indonesia — dengan pertubuhan ekonomi yang stabil, pendapatan per kapita yang terus meningkat — sudah masuk dalam perjalanan ritel aspirasi (lifestyle). Fenomena ini terutama di-drive oleh kota-kota seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya (metropolitan cities). Yang akan dibeli adalah produk dan pengalaman “bergaya”, ke arah depth (dalam). Jadi ragam produk (vertikal) yang di cari, bukan saja width atau horisontal (jenis ragam). Mereka mencari novelty, barang-barang yang bukan masal. Yang bergaya, atau ngetren. Furniture bergaya, bisa diganti setiap beberapa waktu, sprei (bed sheet) bergaya, harus diganti dalam beberapa waktu. Sama seperti baju-baju bergaya.

Di Indonesia Grup Kawan lama adalah leader dalam sektor ini, belum ada competitor yang sepadan. Saya yakin ini juga merupakan eksplorasi untuk masa depan yang jauh. Pioner akan selalu diuntungkan. Belajar pertama akan selalu menjadi pemain berpengalaman dan tangguh. Selama unit bisnis peritel itu beda dan saling compliment, mereka bisa dibangun berdekatan.
Yang saya usulkan adalah program CRM, karena CRM adalah relationship. Jadi memberikan platform komunikasi dua arah setiap waktu. Grup ACE belum melakukan tersebut, kartu loyalty hanya berfungsi sebagai alat diskon. AumUJBMx5a

Produk-produk grup ACE harus dikomunikasikan kepada pelanggan sebab merupakan slow moving item, dan harus di-channel-kan berdasarkan kesukaan konsumen, bukan dengan broadcasting program. Program promo dilakukan sangat general.

Ini area yang sangat potensial guna meningkatkan penjualan, kepuasan dan menangkap hasrat konsumen yang semakin luar biasa terhadap produk dan “experience bergaya”. Banyak produk luar biasa tapi tidak dikomunikasikan karena tergantung dari store visit. Pasar akan semakin menarik dengan masuknya kompetitor, sudah pasti harga akan semakin kompetitif , dan ini membuat konsumen semakin menjangkau harga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s