CSR Unik

image1Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikemas secara unik dan tulus akan menghadirkan cerita hangat di sela-sela kisah duka akibat bencana. Publik akan mengingatnya dengan baik dan menyimpannya secara positif di sudut hati terdalam.

Menyumbang korban bencana alam dalam bentuk produk atau kebutuhan logistik, itu biasa. Hampir semua perusahaan melakukannya hingga korban nyaris tidak ingat lagi siapa saja yang pernah memberikan bantuan bagi mereka. Kondisi ini tentu tidak diinginkan oleh pelaku CSR yang memiliki tujuan “building a good brand image.” Perusahaan tentu ingin kegiatan-kegiatan sosialnya dikenang baik dan diingat dalam waktu lama oleh stakeholder. Akan lebih menguntungkan lagi jika aktivitas itu mendapat publisitas media massa karena bakal memperluas coverage-nya.

Upaya yang dilakukan Procter and Gamble (P&G) Indonesia Februari lalu bisa menjadi contoh bagus bagaimana menciptakan inisiatif CSR yang mencuri perhatian publik. Pabrikan consumer goods multinasional ini mengerahkan tiga produknya untuk sebuah aktivitas sosial yang unik: mencucikan pakaian korban banjir di daerah Kalideres, Jakarta Barat. Kelurahan Tegal Alur, Kalideres, menjadi satu di antara lima titik lokasi yang dipilih, karena daerah ini masih digenangi air sampai dua minggu setelah banjir di tempat lain surut.

Downy—brand pengharum pakaian dari P&G—diposisikan sebagai pemeran utama dalam program CSR bertajuk “Kesegaran Penuh Harapan”. Agar lebih terintegrasi, P&G kemudian mengajak pusat perbelanjaan Carrefour untuk menyumbangkan deterjen dan pabrikan home appliance Electrolux agar meminjamkan 10 buah mesin cucinya. Dua produk P&G yang lain, Ambi Pur pengharum ruangan dan bubuk PUR (penjernih air yang khusus diproduksi untuk kegiatan-kegiatan sosial P&G) disertakan juga sebagai ‘merek penggembira’ untuk kenang-kenangan bagi ibu-ibu yang menjadi sasaran kegiatan.

Responnya cukup mengagumkan. Ibu-ibu korban banjir itu rela antri sepanjang puluhan meter sambil menenteng ember atau tas plastik berisi pakaian kotor untuk dicucikan. Agar tidak kewalahan, pelaksana teknis di lapangan membatasi jumlah pencucian seberat 2 kg untuk setiap kepala keluarga.

Tapi tunggu dulu, ternyata bukan hanya cuci gratis yang menjadi daya tarik kegiatan. Menguping ‘rumpian’ ibu-ibu di dalam antrian, rupanya mereka juga berharap pakaian kotornya bisa diicucikan oleh pasangan selebriti Artika Sari Dewi dan Baim. Artika, mantan Puteri Indonesia yang kini tengah mengandung, merupakan brand ambassador Downy sejak beberapa bulan silam.

Bukan hanya Artika & Baim yang diminta ikut ‘kerja bakti’. Beberapa brand ambassador milik P&G lainnya juga dikerahkan. Terlihat di antaranya Anissa Pohan (brand ambassador Pampers) dan Nirina Zubir (brand ambassador Olay dan Pantene). Coba, apa nggak asyik mendapatkan service cuci gratis melalui tangan selebriti-selebriti wangi yang selama ini hanya bisa mereka lihat di televisi?downy

Menurut Junita Kartikasari, Senior PR Manager P&G Asean, model CSR ini merupakan replikasi progam serupa yang pernah dilakukan di Bangkok ketika negara gajah putih itu dilanda banjir pada Oktober 2011. Dibesut secara rapi bersama Carrefour, Electrolux dan Rumah Zakat sebagai pelaksana teknis, program CSR tersebut memperlihatkan sebuah integrasi yang kompak dari beberapa pelaku dengan kepentingan yang sama. Bambang Sumaryanto, Direktur P&G Indonesia berharap apa yang mereka lakukan bersama bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang disasar. “Target kami bisa menyentuh hampir 5.000 kepala keluarga korban banjir di lima lokasi pengungsian Jakarta,” ujarnya.

Sementara dari Carrefour, Corporate Affair RM Adji Sriahandoyo menyatakan bahwa program kemitraan CSR antara P&G – Rumah Zakat – Carrefour ini merupakan bentuk solidaritas dan kebersamaan dunia usaha untuk membantu para korban banjir. Secara mandiri, selama 10 hari di awal Februari itu Carrefour juga menyediakan drop box untuk tempat pengumpulan baju layak pakai di 15 gerainya. Inisiatif tersebut dimaksudkan untuk melibatkan customer pada kegiatan CSR perusahaan.

Kalau benar keunikan program dijadikan tools agar publik selalu ingat inisiatif sosial perusahaan, P&G tampaknya harus hati-hati karena aktivasi ‘cuci gratis’ semacam itu ternyata juga sudah dilirik oleh pelaku CSR lainnya. Berselang hari sebelumnya, PT LG Electronics Indonesia (LGEI) menggelar program “LG Loves & Cares,” layanan cuci gratis yang dipadukan dengan perbaikan produk elektronik LG bagi korban banjir. Kegiatan itu juga disertai dengan bakti sosial dari relawan LG untuk membantu membersihkan rumah penduduk dari kotoran akibat banjir. Dalam pelaksanaan pemberian bantuan tersebut, LG membuka dua tenda layanan yaitu di Jatinegara dan Cililitan, keduanya di kawasan Jakarta Timur.

Yang menarik perhatian justru aksi PT Samsung Electronics Indonesia. Tidak hanya menyediakan jasa service, PMA asal Korea itu turun dengan menyediakan produk-produk home appliance milik mereka untuk keperluan para pengungsi. Kulkas yang sangat berguna bagi ibu-ibu untuk menyimpan ASI, microwave untuk memasak Indomie dan televisi untuk sarana hiburan ramai-ramai di tempat pengungsian. Tentu saja semua bermerek Samsung.

Bisa dikata, hampir semua pemilik merek menyertakan produk mereka dalam aktivitas CSR-nya. Aqua Grup misalnya, membagikan ribuan botol air mineral dan minuman isotonik Mizone. Unilever mengerahkan Wipol Ultra Protection dalam program “Aksi Anti Kuman” dengan cara membantu membersihkan rumah korban pasca banjir. Bagi perusahaan, strategi ini memiliki beberapa manfaat sekaligus. Selain praktis, pemberian bantuan itu otomatis juga menjadi ajang trial terhadap produk serta bermanfaat untuk menaikkan brand awareness.

Tak perlu memikirkan program yang rumit dan bombastis, engagement terhadap target CSR sebenarnya bisa dilakukan melalui cara sederhana namun langsung berhubungan dengan kebutuhan target. Banyak aktivasi yang kelihatannya sepele namun sangat membantu masyarakat bahkan bisa memberikan efek entertaining yang hangat.

transportasi-gratis-logistic-untuk-korban-banjir-ala-gt-radial-t-201301211221339389
Coba bayangkan, apakah ada yang berfikir untuk memberikan jasa ojek gratis bagi pelintas Bundaran Hotel Indonesia yang terjebak genangan air lebih dari setengah meter? GT Radial-lah yang memiliki inisiatif itu. Ketika hujan mulai merendam bundaran yang menjadi ikon kota Jakarta tersebut, ia segera mencolek Team Kitah, komunitas off road yang sering menjadi partner kegiatan mereka untuk secara suka rela berperan sebagai ‘tukang ojek gratis’. Aksi sosial itu berlanjut keesokan harinya. Kali ini Team Kitah mengeluarkan jeep-jeep off road kebanggaannya untuk transportasi gratis bagi korban banjir sekalian mengangkut bantuan logistik dari GT Radial.

Masih ada lagi pelaku CSR yang cerdik mencuri perhatian publik. Mungkin Anda tidak terlalu akrab dengan nama Protect A Bed, matras protector tahan air milik Massindo Group. Sekadar info saja, Massindo merupakan pabrik yang mengeluarkan spring bed Comforta. Jadi bisa diduga mereka pasti menyumbangkan kasur tidur produknya.

1758408-bantuan-kasur-untuk-korban-banjir--620X310

Yang tidak terduga adalah cara mendistribusikan barang tersebut kepada para korban di kawasan Muara Karang, Pluit, Jakarta Utara. Untuk menuju kediaman korban yang sudah terkepung dan terendam air, 60 lembar kasur tidur yang sudah dibungkus Protect A Bed tersebut diambangkan langsung di atas air bah yang mencapai kedalaman 60-70an cm. Sekali dayung, bukan cuma meringankan beban korban, performance tersebut tentu saja menarik perhatian masyarakat. Pada saat bersamaan mereka bahkan bisa menunjukkan kepada publik mengenai kualitas merek Protect A Bed yang selama ini belum terlalu dikenal masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s