crisis & recovery – “Memaafkan Ariel”

Ariel sudah dimaafkan. Reputasi vokalis Noah itu pulih melalui pembentukan   brand  story baru yang bisa diceritakan kembali oleh konsumennya. 

ngalamun panggung

 

 “Untuk mereka yang berteriak dan tak didengar……

…. untuk mereka yang berdoa dan tak terdengar….

….kami pernah berjalan pincang…. dan kalian  memegangi tangan kami…

….terimakasih….

….kalian semua……luar biasa..”

 

Kalimat yang diucapkan Ariel ‘Noah’ pada penghujung konser “Born to Make History” itu disambut teriakan histeris ribuan  wanita  yang memadati kelas festival.  Di Stage Skeeno Hall Gandaria City 16 Februari tengah malam,  12 lagu yang ia bawakan sukses menguras emosi pemujanya. Banyak di antara penonton yang menatap panggung dengan pipi basah airmata..  

Tak hanya di panggung, penampilan Ariel malam itu juga ditunggu jutaan wanita dari rumahnya masing-masing.  Aura romantic pria ini masih mampu menembus layar kaca, menyihir pemirsa yang menonton tayangan ekslusifnya dari channel SCTV.

  ….kesalahan susila Ariel sudah dimaafkan.. .

 

“Born To Make History” adalah penutup rangkaian konser Noah di 5 negara dan 2 benua yang dijalani hanya  dalam waktu satu hari (16/2/2013). Event ini merupakan rangkaian dari   launching album terbaru mereka, “Seperti Seharusnya.” Meski terlihat lelah, Ariel  mampu menyelesaikan lagu terakhirnya secara stabil dengan suara khasnya yang seperti mengajak pendengar ‘terbang’.  

Konsernya sendiri diawali di Melbourne, dilanjutkan ke Hongkong, Malaysia dan Singapura. Dan pada minggu malam tepat pukul 23.40, Ariel, Lukman, Uki, Reza dan David menutup trip show yang melelahkan itu dengan penampilan yang mengesankan di Indonesia. Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat kerja spektakuler tersebut dan mengakuinya sebagai sebuah rekor.

Sukses konser “Born to Make History” menjadi pembuktian bahwa  sosok Ariel masih laku dijual kendati reputasinya sempat cedera hebat akibat skandal  video porno bersama Luna Maya dan Cut Tary. Tur ini adalah konser pertama setelah Ariel bebas dari jeruji dingin di LP Kebon Waru 12 Juli tahun lalu. Juga merupakan tur perdana band Noah dalam formasi lengkap, setelah band itu menanggalkan brandnya yang lama, Peterpan.

 Praktisi branding Irvan Permana  mengagumi rangkaian aktivasi tersebut sebagai strategi Noah dalam membangun brand story  baru pasca terjadinya kecelakaan reputasi.  “Dan hebatnya, story ini bisa diceritakan kembali oleh konsumennya,” ujarnya apresiatif.

 

“Lover Personality”

Bicara tentang  Ariel, personality seperti apa yang terbayang di benak anda? Tampan? Sexy?  Suara yang melambungkan angan cinta? Apapun jawaban anda, semua menunjuk bahwa sosok pria 32 tahun bernama asli Nazriel Ilham ini masih menjadi  ‘gula-gula’ industri music pop di tanah air. Bahkan ketika permen itu  sempat ternoda oleh kotoran-kotoran semut yang selalu merubungnya.  Kemanisan brand personality Noah – Ariel juga mampu mengalahkan  sinar bling-bling music K-Pop yang tengah menguasai dunia

Secara sadar,  para pemilik brand juga menghitung  bahwa  kekuatan brand endorsing Ariel –sebagai vokalis- masih seperti dulu.  Sampai saat ini, setidaknya ada dua brand besar yang memanfaatkan moment pembebasan Ariel yang ditunggu-tunggu penggemar. Pertama,  provider seluler XL , dan yang kedua merek motor Yamaha.

Masih ingatkan anda, menjelang tersebarnya video mesum  2010 Ariel tengah dikibarkan sebagai endorser sabun Lux bersama Luna Maya, kekasihnya (waktu itu)? ariel-luna iklan unileverSebelumnya Unilever juga telah memasang ‘lover personality’ Ariel dalam iklan shampoo Sunsilk.  Tak hanya itu, pesonanya sebagai pria impian juga dimanfaatkan oleh Miles Film untuk memerankan tokoh Aray (dewasa) dalam film “Sang Pemimpi”, hasil adaptasi novel popular karya Andrea Hirata.

Kepercayaan pemilik brand  terhadap ‘merek’  Ariel  sepertinya sudah pulih. Kesalahan perilaku  susilanya sudah dimaafkan public. Padahal ketika video panas itu muncul sebagai bola liar,   popularitas Ariel sempat anjlok.  Apalagi ketika ia kemudian dibui. Bukan hanya Ariel yang dihukum, tawaran kepada band Paterpan (menjelang ganti nama) juga turut terpengaruh.  Termasuk turunnya penawaran atas sejumlah iklan.   

Hukuman moral masyarakat juga harus diterima oleh Luna Maya dan Cut Tary. Popularitas Luna –yang tidak mengakui perbuatannya –  belum pulih sampai sekarang. Kini ia terkesan menerima tawaran apa saja,  yang membuat image prestisiusnya sebagai selebriti papan atas semakin tergerus.  Cut Tary relative lebih dimaafkan setelah mengakui ikut berperan dalam video tersebut dan memperlihatkan sikap menyesal. 

 

Integrated Plan, Integrated Approach

Mengamati step-step yang sudah dilakukan untuk Noah sejak Ariel masih di dalam penjara, Irvan menilai  Musica – sebagai label music dan management art yang menaungi — telah melakukan suatu bentuk integrated approach with integrated plan untuk memperbaiki ‘kerusakan’ yang sudah terjadi. Simaklah ketika mereka meluncurkan  album berjudul “Dara”. Karya sang vokalis yang diciptakan dari dalam penjara itu kemudian dikemas dalam konser instrumentalia tunggal oleh empat rekan Ariel lainnya.  Judul “Konser tanpa Nama” yang diambil seperti bercerita tentang ketiadaan Ariel yang selama ini menjadi ikon band.  Atau bisa juga diartikan bahwa brand band itu dalam masa transisi menuju pergantian nama.

10 hari setelah Ariel bebas, album itu dijual dengan system bundle bersama buku berjudul “Kisah lainnya”.  Buku setebal 240 halaman ini  memang sengaja diluncurkan untuk menemani  Noah (a.k.a Ariel) dalam mempersiapkan diri berkiprah lagi di dunia music. Juga untuk mengawal proses re-branding nama Peterpan menjadi Noah.

ariel-buku2 ariel-buku1Buku “Kisah Lainnya” bercerita tentang sisi lain kehidupan Ariel bersama band-nya. Kisah persahabatan antara personel Noah, gonjang-ganjing selama dua tahun antara 2010 – 2012, dan juga pelajaran demi pelajaran yang mereka dapatkan dalam kehidupan nyata. Ariel dan kawan-kawannya mencoba blak-blakan tentang sikap yang dipilih untuk meniti kehidupan selanjutnya. Termasuk ‘curhat’-an Ariel yang memutuskan untuk menenangkan diri sejenak setelah bebas dari penjara.    Banyak yang berpendapat buku ini memang dimaksudkan untuk memberikan perspektif baru atas brand Noah pada umumnya, dan secara khusus untuk personality Ariel. 

Acin alias Indrawati Widjaja –pemilik Musica Studio’s mengaku,hanya dalam waktu beberapa hari setelah peluncuran, bundle album dan buku tersebut  berhasil terjual sebanyak 127 ribu keping.  “Target kami adalah mendistribusikan buku ini sebanyak mungkin ke public. Saya pribadi memiliki perasaan bahwa buku ini layak dibaca,” ujarnya.  Serbuan konsumen itu, menurutnya lagi, didorong oleh rasa rindu serta ingin tahu para penggemar terhadap sosok Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David  yang masing-masing diulas cukup pajang lebar di dalam buku.

Moment pergantian nama Peterpan menjadi Noah pun dipersiapkan dengan cermat agar tetap memberikan brand story yang kuat. Nama ini seperti sengaja disimpan, dan  baru dikeluarkan setelah Ariel keluar dari penjara. Dan sebagai puncaknya, Ariel mendapatkan tugas untuk mengumumkan  nama tersebut, sekaligus menguncinya.

 “Ini bentuk pengembangan  brand yang sudah lebih maju dari yang lain,” komentar Irvan lagi.  Brand pada kondisi sekarang, menurut penulis buku berjudul “Brand is Like a Donut” tersebut, memang harus memiliki kemampuan untuk membuat story tentang brand-nya. Story itu harus unik sehingga bisa diceritakan kembali oleh konsumen.

Analisa Irvan tampaknya tidak terlalu salah. Ocin mengaku Musica era sekarang berbeda dengan Musica sebelumnya.  Bukan lagi sekadar perusahaan, mereka juga memiliki divisi manajemen artis dan publishing yang bertugas untuk menonjolkan brand grup/musisi yang dikelola. “Kami mengutamakan brand, maka apa yang kami pasarkan adalah brand tersebut,” jelasnya kepada Fahmi Abidin Achmad dari majalah MIX -Marcomm, di sela-sela keroyokan wartawan infotainment.

 

………. Maka keseluruhan integrated branding Noah mencapai klimaks dengan kembalinya Ariel dan kawan-kawan pada posisi sebagai band papan atas. Data Majalah Rollingstone Indonesia menunjukkan grup ini menduduki chart music di lebih dari 100 stasiun seluruh Indonesia. Riset terakhir yang dilakukan majalah SWA  juga menempatkan Noah sebagai brand terinspiratif. Sementara sosok Ariel juga dipilih responden sebagai penyanyi paling inspiratif.

Secara kuantitatif hal itu terlihat pada penjualan CD  “Seperti Seharusnya” yang berhasil menembus angka 1 juta keping hingga mendapatkan penghargaan double platinum. “Kami tidak menyangka akan menembus penjualan hingga sebesar ini,” ujar Ariel kalem saat  dicegat di fX Mal Jakarta pertengahan Februari. Penampilannya bertambah cool saja, dan berdasarkan pemberitaan media-media infotainment konon ia menjadi semakin religious. 

Sweety brand of Ariel-Noah

Manisnya brand ‘Ariel- Noah’ juga  masih menjadi incaran para pemilik brand untuk meng-endorse merek miliknya. Bayangkan saja, hanya berselang bulan setelah Ariel bebas dari penjara,  provider nasional XL berani menjadikannya sebagai bintang iklan produk XL Bebas.ariel-XL

Kerjasama ini sejatinya hanya  mengulang ikatan serupa saat Ariel masih menjadi vokalis Paterpan. Selain  menggandeng sebagai bintang iklan, dalam  kerjasama tersebut XL juga berkomitmen dalam sponsorship  rangkaian konser Noah  ke lima kota. Serang, Surabaya, CImahi, Banjarmasin dan Medan.  “Tapi setiap ambassador memang selalu kami buatkan konser seperti  Noah sekarang,” ujar Indra Ardiyanto,  Manager Management Service XL Central Region saat peluncuran XL Bebas akhir Januari lalu.  

Benar, dalam ikatan tersebut  brand ambassador  dipercayakan kepada Noah sebagai brand. Namun yang tersirat,  exposure sosok Ariel terlihat lebih besar. Baik pada pemasangan di cover starter pack, billboar, print ad, digital ad dan alat-alat promosi dan pemasaran lainnya.

Yamaha  menjadi merek kedua yang memanfaatkan momentum kebebasan Ariel yang tengah ditunggu-tunggu pemujanya.  Akhir Januari lalu mereka meluncurkan iklan “Yamaha Semakin di Depan” yang menampilkan aksi panggung Noah lengkap dengan tarikan vocal Ariel yang khas. Lebih cerdik lagi, Yamaha bahkan menyisipkan gores merah pada hurud A di logo baru “Semakin di depan”.  Dua gores kecil yang secara smooth  bisa menghubungkan ingatan bawah sadar audience terhadap logo Noah. logo yamaha

logo noah “Ariel sedang digandrungi anak muda bersama NOAH-nya,” kata General Manager Communication & Community Yamaha Indonesia Eko Prabowo. Melalui perekrutan Ariel-Noah sebagai ikon brand,  jelasnya, Yamaha ingin menunjukkan agresifitas dalam menempel kompetitoritor terkuatnya, Honda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s